2 Senjata Nuklir Rusia Bisa Lenyapkan Inggris, Termasuk Ciptakan Tsunami Radioaktif 500 Meter

Sabtu, 04 Februari 2023 - 07:14 WIB
loading...
2 Senjata Nuklir Rusia...
Siaran propaganda televisi pemerintah Rusia menggambarkan serangan torpedo Poseidon menimbulkan tsunami radioaktif di Kepulauan Inggris. Foto/Twitter/Terror Alarm/ via Daily Star
A A A
MOSKOW - Stasiun televisi pemerintah Rusia menyiarkan siaran propaganda berupa seruan melenyapkan Kepulauan Inggris dengan dua senjata super-nuklir .

Salah satu senjata tersebut adalah torpedo Poseidon berkemampuan nuklir. Menurut siaran televisi tersebut, torpedo Poseidon mampu menciptakan tsunami radioaktif setinggi 500 meter di Inggris jika diluncurkan ke Samudra Atlantik.

Menurut siaran tersebut, yang diunggah ke Twitter melalui akun bernama "Terror Alarm", kepala media propaganda Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Kiselyov, mengeklaim bahwa dua senjata super-nuklir Rusia yang diluncurkan dari Moskow dapat melenyapkan Kepulauan Inggris dari peta.

“Rusia dapat melenyapkan Inggris dengan rudal hipersonik Satan-2 yang baru,” kata Kiselyov, seperti dikutip dari Daily Star, Jumat (3/2/2023). "Rusia siap untuk menjerumuskan Inggris ke kedalaman laut menggunakan robot drone bawah air Poseidon," katanya lagi.

Baca juga: Bisa Bikin AS Tsunami Radioaktif, Kapal Selam Nuklir Rusia Rampung Uji Torpedo Poseidon

Ancaman horor Kiselyov datang hanya beberapa hari setelah mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengungkapkan bahwa Putin secara pribadi mengancamnya dengan serangan rudal selama panggilan telepon tak lama sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

"Hanya butuh satu menit," kata Johnson menirukan ucapan Putin. Namun Kremlin menyangkal klaim Johnson dan menyebutnya sebagai kebohongan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
China Geram Dituduh...
China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump
Rekomendasi
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Imigrasi Pastikan Pencekalan Febrie Adriansyah Tetap Berlaku
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Berita Terkini
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Infografis
Alasan AS Hindari Perlombaan...
Alasan AS Hindari Perlombaan Senjata Nuklir Lawan Rusia dan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved