Sirene Serangan Udara Meraung-raung di Kiev Jelang KTT UE-Ukraina

Jum'at, 03 Februari 2023 - 18:10 WIB
loading...
Sirene Serangan Udara...
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menghadiri KTT Uni Eropa dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Perdana Menteri Denys Shmyhal, saat serangan Rusia terhadap Ukraina berlanjut, di Kyiv, Ukraina 2 Februari 2023. Layanan Pers/Handout Kepre
A A A
KIEV - Sirene serangan udara terdengar di Kiev dan seluruh Ukraina pada Jumat (3/2/2023) sebelum dimulainya pertemuan puncak antara pejabat senior Ukraina dengan perwakilan Uni Eropa (UE) seperti dilansir dari France 24.

Para pejabat tinggi UE dijadwalkan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kiev untuk menunjukkan dukungan bagi negara itu saat berjuang untuk melawan invasi Rusia dan berusaha untuk bergabung dengan UE serta NATO.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel, serta 15 komisaris Eropa, melakukan perjalanan ke Ibu Kota Ukraina untuk apa yang mereka sebut sebagai pertemuan puncak.

KTT terakhir diadakan di Kiev pada Oktober 2021 – beberapa bulan sebelum perang dimulai. Kunjungan yang sangat simbolis itu juga merupakan misi politik UE pertama dari jenisnya ke negara yang sedang berperang.

“Tidak akan ada keputusasaan dalam tekad kami,” kata Michel dalam tweet tentang kedatangannya di Kiev.

"Kami juga akan mendukung (Ukraina) setiap langkah dalam perjalanan Anda ke UE," imbuhnya seperti dikutip dari The Associated Press.

Baca: Drone Ukraina Hancurkan Sistem Rudal Tor-M2DT Kebanggaan Rusia

Menurut pejabat UE, bBantuan blok itu untuk Ukraina telah mencapai hampir USD55 miliar sejak pertempuran dimulai.

UE antara lain memberikan Ukraina bantuan keuangan dan kemanusiaan. Blok itu juga berencana untuk mengadopsi paket sanksi ke-10 bagi Rusia dalam beberapa minggu mendatang.

UE juga telah mengumumkan akan meningkatkan misi pelatihan militernya untuk Ukraina, dari target awal mendorong 15.000 tentara melalui sekolah menjadi 30.000 tentara. Salah satu fokusnya adalah melatih awak tank yang ditawarkan negara-negara Barat kepada Ukraina.

Ukraina ingin bergabung dengan blok beranggotakan 27 negara itu, dan secara resmi mengajukan permohonannya pada Juni lalu, meskipun itu bisa memakan waktu bertahun-tahun dan membutuhkan penerapan reformasi yang luas.

Sementara itu, von der Leyen pada Kamis kemarin mengatakan bahwa Komisi Eropa bersedia mengizinkan Kiev bergabung dengan apa yang disebutnya beberapa "program utama Eropa" yang akan membawa manfaat yang serupa dengan keanggotaan.

Program-program itu akan dibahas dalam pertemuan hari ini, yang juga akan membahas salah satu hambatan utama bagi keanggotaan Ukraina yaitu korupsi endemik.

Baca: AS Sangkal Bos CIA Tawari Putin Seperlima Wilayah Ukraina untuk Akhiri Perang

Von der Leyen, pada kunjungan keempatnya ke Kiev sejak invasi Rusia, mengatakan bahwa dia "terhibur" oleh upaya anti-korupsi Ukraina.

Sehari sebelumnya, Zelensky membidik pejabat korup untuk kedua kalinya dalam waktu seminggu. Beberapa pejabat tinggi diberhentikan.

Zelensky terpilih pada 2019 dengan platform anti kemapanan dan anti korupsi di negara yang telah lama dicengkeram oleh korupsi.

Tuduhan korupsi terbaru muncul saat sekutu Barat menyalurkan miliaran dolar untuk membantu Kiev melawan pasukan Moskow.

Pemerintah Ukraina ingin mendapatkan lebih banyak bantuan militer Barat, selain tank yang dijanjikan minggu lalu, karena pihak yang bertikai diperkirakan akan melancarkan serangan baru setelah musim dingin berakhir. Kiev sekarang meminta jet tempur.

Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mengumumkan bahwa pihaknya akan mengirim rudal jarak jauh ke Ukraina sebagai bagian dari paket bantuan baru senilai USD2,17 miliar.

Baca: Putin: Rusia Diancam Lagi oleh Tank Jerman seperti Perang Dunia II
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Berita Terkini
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Infografis
Houthi Klaim Mampu Gagalkan...
Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved