Masjid Pakistan Dibom Renggut Nyawa 100 Orang, Ini Pelakunya

Rabu, 01 Februari 2023 - 05:59 WIB
loading...
Masjid Pakistan Dibom...
Serangan bom bunuh diri di sebuah masjid di Peshawar, Pakistan, merenggut nyawa 100 orang. Ketua Jamaat-ul-Ahrar, Omar Mukaram Khorasani, akui kelompoknya yang melakukan serangan. Foto/Al Jazeera
A A A
PESHAWAR - Korban tewas akibat bom bunuh diri di sebuah masjid di kota Peshawar, Pakistan, telah meningkat menjadi 100 orang. Omar Mukaram Khorasani, ketua Jamaat-ul-Ahrar, mengaku serangan itu dilakukan kelompoknya sebagai balas dendam.

"Sejauh ini, 100 jenazah telah dibawa ke Lady Reading Hospital," kata juru bicara fasilitas medis terbesar di kota itu, Mohammad Asim, dalam sebuah pernyataan, hari Selasa.

Menurutnya, sebagian besar dari mereka yang tewas dalam serangan bom bunuh diri pada hari Senin adalah petugas polisi.

Kashif Aftab Abbasi, pengawas senior operasi polisi di Peshawar, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa lebih dari 225 orang terluka dalam ledakan bom tersebut.

Atap masjid, yang terletak di dalam kompleks keamanan pemerintah, runtuh akibat pengeboman, dan tim penyelamat harus memindahkan gundukan puing untuk mengevakuasi banyak jenazah.

Baca juga: Korban Tewas Bom Bunuh Diri Masjid Pakistan Tembus 100 Jiwa

Pengeboman masjid ini menyusul laporan intelijen yang kredibel pada 21 Januari bahwa Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) merencanakan gelombang serangan di Peshawar dan provinsi Khyber Pakhtunkhwa yang lebih luas.

Tak lama setelah ledakan bom di masjid, Omar Mukaram Khorasani-–ketua Jamaat-ul-Ahrar, kelompok sempalan TTP dan anggota dewan kepemimpinan TTP-–mengatakan kelompoknya melakukan serangan itu sebagai pembalasan atas pembunuhan mantan pemimpin Jamaat-ul-Ahrar, Omar Khalid Khorasani di Afghanistan, pada tahun lalu. Pengakuan itu muncul diLong War Journal and South Asia Media Research Institute.

"Khorasani bertanggung jawab, dengan mengatakan ini adalah serangan balas dendam atas pembunuhan saudaranya di Afghanistan, yang dia tuduhkan pada pasukan keamanan Pakistan, kata jurnalis Al Jazeera Kamal Hyder, yang melaporkan langsung dari Peshawar, Rabu (1/2/2023).

"Ini adalah grup sempalan, dan mereka bergabung dengan TTP arus utama pada tahun 2020, jadi pasti grup di dalam TTP.”

Namun demikian, juru bicara TTP Mohammad Khorasani menjauhkan kelompok itu dari pengeboman masjid, dengan mengatakan bahwa bukan kebijakannya untuk menyasar masjid, seminari, dan situs keagamaan lainnya.

Dia menambahkan bahwa mereka yang mengambil bagian dalam tindakan tersebut dapat menghadapi tindakan hukuman oleh TTP, tetapi dia tidak menanggapi klaim Khorasani.

Gubernur Khyber Pakhtunkhwa, Ghulam Ali, mengatakan penyelidikan sedang dilakukan untuk menentukan bagaimana teroris memasuki masjid.

"Ya, itu adalah celah keamanan," katanya.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang berada di balik serangan itu saat dia mengunjungi sebuah rumah sakit di Peshawar pada Senin.

“Skala besar dari tragedi kemanusiaan tidak terbayangkan. Ini tidak kurang dari serangan terhadap Pakistan,” tulis dia di Twitter.

Dia menyatakan belasungkawa kepada keluarga para korban, dengan mengatakan rasa sakit mereka tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Viral! Sekuriti Apartemen...
Viral! Sekuriti Apartemen Temukan Emas Ratusan Juta di Tempat Sampah, Kembalikan ke Pemilik
Rekomendasi
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved