Zelensky: Rusia Mulai Balas Dendam Besar atas Perlawanan Ukraina

Rabu, 01 Februari 2023 - 00:34 WIB
loading...
Zelensky: Rusia Mulai...
Presiden Volodymyr Zelensky sebut Rusia telah memulai balas dendam yang besar atas perlawanan pasukan Kiev terhadap invasi Moskow. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia telah memulai "balas dendam besar" atas perlawanan Kiev terhadap invasi Moskow.

Komentar Zelensky itu muncul ketika pasukan Moskow mengeklaim serangkaian keberhasilan tambahan dalam perangnya wilayah di timur Ukraina.

Zelensky telah memperingatkan selama berminggu-minggu bahwa Moskow bertujuan untuk meningkatkan serangannya di Ukraina setelah sekitar dua bulan kebuntuan virtual di
sepanjang garis depan yang membentang melintasi selatan dan timur.

Sementara tidak ada tanda-tanda serangan baru yang lebih luas, administrator bagian provinsi Donetsk—wilayah timur Ukraina yang dikuasai Rusia—Denis Pushilin mengatakan
pasukan Moskow telah mengamankan pijakan di Vuhledar, sebuah kota pertambangan batu bara yang reruntuhannya telah menjadi benteng pertahanan Ukraina sejak awal perang.

Penasihat Pushilin, Yan Gagin, mengatakan serdadu dari pasukan tentara bayaran Rusia; Wagner Group, telah menguasai sebagian jalan pasokan menuju Bakhmut, sebuah kota yang telah menjadi fokus utama Moskow selama berbulan-bulan.

Baca juga: Rusia Klaim Rebut Blahodatne, Tempat Perang Terberat dengan Rusia

Sehari sebelumnya, kepala Wagner mengatakan para tentaranya telah mengamankan Blahodatne, sebuah desa di utara Bakhmut.

Kiev mengeklaim telah memukul mundur serangan terhadap Blahodatne dan Vuhledar, namun klaim itu tidak dapat diverifikasi secara independen. Tetapi lokasi pertempuran yang
dilaporkan menunjukkan keuntungan Rusia yang jelas, meskipun secara bertahap.

Zelensky mengatakan serangan Rusia di timur tanpa henti meskipun ada banyak korban di pihak Rusia, menjadikannya sebagai balasan atas keberhasilan pasukan Kiev dalam
mendorong pasukan Moskow kembali dari ibu kota, timur laut dan selatan Ukraina pada awal konflik.

“Saya pikir Rusia benar-benar ingin balas dendam yang besar. Saya pikir mereka (sudah) memulainya,” kata Zelensky pada hari Senin, seperti dikutip Reuters, Selasa (31/1/2023).

“Setiap hari mereka membawa lebih banyak pasukan reguler mereka, atau kami melihat peningkatan jumlah Wagner,” katanya kepada wartawan di kota pelabuhan selatan Odesa.

Vuhledar terletak di selatan Bakhmut, dekat garis depan timur yang melindungi jalur rel yang dikendalikan Rusia yang memasok pasukan Moskow di Ukraina selatan. Mykola
Salamakha, seorang kolonel Ukraina dan analis militer, mengatakan kepada Radio NV Ukraina bahwa serangan Moskow di sana membutuhkan biaya yang sangat besar.

“Kota ini berada di dataran tinggi dan pusat pertahanan yang sangat kuat telah dibuat di sana,” katanya.

"Ini adalah pengulangan situasi di Bakhmut—satu demi satu gelombang pasukan Rusia dihancurkan oleh angkatan bersenjata Ukraina," ujarnya.

Penundaan Barat

Dalam beberapa minggu terakhir, negara-negara Barat telah menjanjikan ratusan tank modern dan kendaraan lapis baja untuk melengkapi pasukan Ukraina dalam serangan balasan untuk merebut kembali wilayahnya.

Tetapi pengiriman senjata-senjata itu masih berbulan-bulan lagi, meninggalkan Kiev untuk terus berjuang selama musim dingin dalam apa yang digambarkan kedua belah pihak sebagai "penggiling daging" dari perang gesekan tanpa henti.

Pasukan tentara bayaran Rusia, Wagner Group, telah mengirim ribuan narapidana yang direkrut dari penjara Rusia ke pertempuran di sekitar Bakhmut, mengulur waktu bagi
militer reguler Rusia untuk menyusun kembali unit dengan ratusan ribu tentara cadangan.

Zelensky mendesak Barat untuk mempercepat pengiriman senjata yang dijanjikan sehingga Ukraina dapat menyerang.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan negara-negara Barat yang memasok senjata menyebabkan negara-negara NATO semakin terlibat langsung dalam konflik. "Tetapi itu tidak memiliki potensi untuk mengubah jalannya peristiwa dan tidak akan melakukannya," katanya.

Kelompok think tank Institute for the Study of War (ISW) mengatakan kegagalan Barat untuk menyediakan material yang diperlukan tahun lalu adalah alasan utama kemajuan Kiev terhenti sejak November.

"Itu telah memungkinkan Rusia untuk memberikan tekanan pada Bakhmut dan membentengi front melawan serangan balik Ukraina di masa depan," kata para peneliti ISW dalam sebuah laporan, meskipun mereka mengatakan Ukraina masih dapat merebut kembali wilayah setelah senjata yang dijanjikan tiba.

Zelensky telah bertemu dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen pada hari Senin di Mykolaiv, kunjungan yang jarang dilakukan oleh seorang pemimpin asing yang dekat dengan garis depan. Kota Mykolaiv, tempat kemajuan Rusia di selatan terhenti, telah dibombardir tanpa henti sampai Ukraina mendorong garis depan kembali pada bulan
November.

Kantor Zelensky merilis rekaman presiden menyapa Frederiksen dengan jabat tangan di jalan bersalju sebelum memasuki rumah sakit tempat mereka bertemu tentara yang terluka.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Cerita Striker Irak...
Cerita Striker Irak di Piala Dunia 2026, Hampir Putus Asa usai Ayah Tewas Ditembak saat Perang
Rekomendasi
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved