Memanas, 2 Roket Gaza Serang Israel tapi Ditembak Jatuh Iron Dome

Jum'at, 27 Januari 2023 - 08:45 WIB
loading...
Memanas, 2 Roket Gaza...
Serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Jenin, Tepi Barat, tewaskan 9 warga Palestina. Kelompok perlawanan Palestina di Gaza merespons dengan menembakkan 2 roket ke Israel. Foto/REUTERS/Raneen Sawafta
A A A
GAZA - Serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Jenin, Tepi Barat, Kamis malam yang menewaskan 9 warga Palestina telah membuat ketegangan memanas.

Merespons serangan IDF, dua roket asal Gaza menyerang wilayah Israel tapi ditembak jatuh oleh sistem rudal Iron Dome, Jumat (27/1/2023) dini hari.

Sistem peringatan serangan roket diaktifkan di daerah pemukiman Zikim, Kibbutz Carmia dan kota Ashkelon. Laporan awal di Ashkelon dan komunitas perbatasan Gaza mengatakan bahwa beberapa roket ditembak jatuh oleh sistem rudal Iron Dome.

Baca juga: Pasukan Israel Lancarkan Serangan ke Tepi Barat, 9 Warga Palestina Tewas

"Beberapa waktu yang lalu sebuah alarm berbunyi di kota Ashkelon. Dua peluncuran (roket) menuju kota ini dicegat oleh sistem Iron Dome," kata otoritas Kota Ashkelon melalui seorang juru bicaranya, seperti dikutip Jerusalem Post.

"Kami ingin menambahkan bahwa setelah ketegangan keamanan, tempat penampungan umum dan tempat penampungan di seluruh kota dibuka untuk kesejahteraan penduduk...tim kotamadya sepenuhnya waspada dan siap menghadapi skenario apa pun."

Serangan pasukan Zionis Israel di Jenin merupakan operasi bersama yang melibatkan Shin Bet (Badan Keamanan Israel), IDF dan polisi di mana IDF mengeklaim sedang berusaha menggagalkan serangan teror yang direncanakan serta menangkap setidaknya tiga "teroris" kelompok Jihad Islam Palestina.

Menurut seorang pejabat senior IDF, selain banyak orang Palestina yang menyerang IDF, ada beberapa ratus orang yang terlibat dalam kekacauan publik. Pasukan IDF mengeklaim diserang dengan bahan peledak improvisasi dan bom molotov.

Baca juga: Korban Jiwa Berjatuhan di Tepi Barat, AS Justru Salahkan Palestina

Sumber-sumber IDF juga mengatakan mereka melihat laporan bahwa setidaknya satu warga sipil wanita tua Palestina telah terbunuh secara tidak sengaja selama baku tembak yang diperpanjang, meskipun mereka mencatat pengekangan yang signifikan oleh IDF dan sangat sedikit korban mengingat keadaan yang kacau.

Akibat serangan IDF, semua faksi utama Palestina mengancam berbagai tanggapan dan Mesir berusaha untuk turun tangan untuk mencegah eskalasi menjadi perang yang lebih besar.

Seorang perwira senior IDF mengatakan dalam jumpa pers sebelumnya pada hari Kamis bahwa mereka siap untuk peningkatan kekerasan di Jalur Gaza sebagai tanggapan atas serangan IDF.

"Saya berharap tanggapan terhadap Hamas tidak proporsional. Preseden berbahaya menghubungkan peristiwa antara Tepi Barat dan Gaza adalah bahaya strategis bagi Negara Israel," kata Anggota Parlemen Israel, Almog Cohen, tak lama setelah serangan roket dari Gaza.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Ned Price mengeluarkan pernyataan mengenai potensi peningkatan ketegangan pada Jumat pagi.

"Kami menggarisbawahi kebutuhan mendesak bagi semua pihak untuk menurunkan ketegangan, mencegah hilangnya nyawa warga sipil lebih lanjut, dan bekerja sama untuk meningkatkan situasi keamanan di wilayah Tepi Barat. Warga Palestina dan Israel sama-sama layak untuk hidup aman dan nyaman," katanya.

"Kami mengakui tantangan keamanan yang sangat nyata yang dihadapi Israel dan Otoritas Palestina, dan mengutuk rencana kelompok teroris dan melakukan serangan terhadap warga sipil. Kami berduka atas hilangnya nyawa tak berdosa serta luka-luka warga sipil, dan sangat prihatin dengan siklus kekerasan di Tepi Barat," lanjut Price.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Ikuti Indonesia, Inggris...
Ikuti Indonesia, Inggris Resmi Melarang Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Rekomendasi
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
Houthi Yaman Siap Serang...
Houthi Yaman Siap Serang Israel jika Perang Gaza Berlanjut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved