Profil Blackwater Organisasi Militer AS, Satu-satunya Agen Swasta yang Dikirim untuk Invasi Afghanistan

Rabu, 25 Januari 2023 - 18:08 WIB
loading...
Profil Blackwater Organisasi...
Pendiri Blackwater Erik Prince didemo sejumlah orang saat tiba di acara New York Young Republican Club Gala, The Yale Club of New York City di Manhattan, AS. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Blackwater merupakan organisasi militer swasta Amerika Serikat (AS) yang memberikan layanan keamanan dan pelatihan sebagai solusi operasional untuk mendukung perdamaian dunia.

Nama perusahaan tersebut mengalami banyak perubahan. Pada tahun 2009 namanya berganti menjadi Xe Services LLC dan berubah kembali pada tahun 2011 menjadi Academy LLC.

ergantian nama tersebut dikarenakan organisasi ini telah diakuisisi oleh investor swasta.

Dikutip dari situs resmi Constellis, Pada tahun 2014, Academy LLC resmi bergabung dengan Triple Canopy atau anak perusahaan dari Constellis Group.

Kemudian Academy resmi bergabung dengan perusahaan Induk yang beroperasi dengan nama Constellis.

Baca juga: Tak Hanya 1, AS Disebut Siap Kirim 50 Tank Abrams ke Ukraina

Constellis dan pendahulunya telah memberikan layanan keamanan kontrak kepada pemerintah federal Amerika Serikat. Sejak tahun 2003, telah memberikan layanan keamanan kepada Central Intelligence Agency (CIA).

Profil organisasi militer ini mendapat ketenaran ketika menjadi kontraktor keamanan Departemen Luar Negeri terbesar.

Mereka terlibat aksi tembak menembak dan meluncurkan Nisour Square yang menewaskan 17 warga sipil Irak serta melukai 20 orang lainnya.

Profil Blackwater Organisasi Militer Swasta Amerika Serikat

Blackwater merupakan perusahaan militer swasta yang dibentuk pada tanggal 26 Desember 1996 oleh Al Clark dan Erik Prince di Carolina Utara.

Tujuan dari pembentukan organisasi ini untuk memberikan dukungan pelatihan kepada organisasi militer dan penegakan hukum.

Pelatihan militernya dibuka pertama kali pada 15 Mei 1998 yang dilengkapi dengan fasilitas seluas 6.000 hektar.

Pada saat itu fasilitas dari organisasi milik Prince ini menjadi fasilitas latihan terbesar di Amerika Serikat.

Memiliki fasilitas yang lengkap membuat prajurit militernya mempunyai banyak keahlian, sehingga mulai dilirik oleh instansi negara Amerika Serikat terutama CIA.

Blackwater pertama kali diberi tugas oleh pemerintahan Amerika Serikat untuk melindungi markas besar CIA dan juga bertanggung jawab untuk memburu Osama bin Laden.

Organisasi militer ini telah menjadi satu-satunya organisasi militer swasta yang dipekerjakan untuk invasi AS ke Negara Afghanistan.

Setelah tugas pertamanya selesai, Blackwater kemudian dipercaya dan mulai dikontrak lagi oleh pemerintah.

Pada tahun 2003 hingga 2006, organisasi militer ini mendapat banyak tugas dan kontrak dari negara Amerika Serikat. Sebagian besar tugas yang diembannya adalah untuk menjaga keamanan para petinggi pendudukan AS di Irak.

Dilansir dari situs web Militarist Monitor, sebagian besar pendapatan dari Blackwater berasal dari kontrak keamanan untuk menjaga pejabat tinggi dan kedutaan besar Amerika Serikat.

Dari tahun 2001 hingga 2006 pendapatannya mencapai USD832 juta.

Dengan bekal pendapatan tersebut membuat organisasi militernya berhasil menambah fasilitas latihan. Ditambah lagi dengan bergabungnya Constellis Group membuat organisasi militernya semakin besar yang berbentuk Academy.

Saat ini Academy menyediakan dan memelihara sistem pelatihan multi-target yang dirancang dan dikembangkan oleh perusahaan. Sehingga jebolan dari pusat latihan ini akan tergabung dalam Blackwater Security Company.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Ekstrem! Pasangan Ini...
Ekstrem! Pasangan Ini Panjat Ujung Antena Empire State Building New York untuk Lamaran
Rekomendasi
Dokter Tifa Tantang...
Dokter Tifa Tantang Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli: Bukan Hanya di Sidang, tapi Juga di Publik
FKM UI Gelar Pelatihan...
FKM UI Gelar Pelatihan K3 dan Kesiapsiagaan Kebakaran untuk Guru SMPN 107 Jakarta
FITK UIN Sunan Kalijaga...
FITK UIN Sunan Kalijaga Borong 6 Penghargaan Bergengsi di PD-PGMI Indonesia Award 2026
Berita Terkini
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved