Jangkrik Resmi Jadi Makanan Warga Uni Eropa, Bisa untuk Pizza dan Lainnya

Senin, 23 Januari 2023 - 21:03 WIB
loading...
Jangkrik Resmi Jadi...
Seorang karyawan memakan jangkrik di pabrik Micronutris di Saint Orens de Gameville, Prancis barat daya, 24 Februari 2014. Foto/REUTERS/Regis Duvignau
A A A
BRUSSELS - Jangkrik yang dihilangkan lemaknya dan dijadikan bubuk secara resmi dapat disajikan di meja warga Uni Eropa (UE) mulai 24 Januari.

Ini berkat keputusan Komisi Eropa yang disahkan awal bulan ini.

Sesuai keputusan yang mengutip pendapat ilmiah dari Otoritas Keamanan Pangan Eropa, bahan tambahan tersebut aman digunakan di berbagai macam produk, termasuk namun tidak terbatas pada sereal batangan, biskuit, pizza, produk berbasis pasta, dan bubuk whey.

Kembali pada Agustus 2021, Otoritas Keamanan Pangan Eropa menyimpulkan, "Formulasi beku dan kering dari jangkrik adalah aman di bawah tingkat penggunaan yang diusulkan."

Baca juga: Rusia Peringatkan Barat tentang Tragedi Global

Para pejabat mencatat, bagaimanapun, serangga dapat memicu reaksi alergi pada beberapa konsumen.

Peraturan UE menyatakan jangkrik dewasa harus terlebih dahulu menjalani masa puasa 24 jam agar mereka “membuang isi ususnya”.

Setelah itu, serangga dibekukan, dicuci, diproses secara termal, minyaknya diekstraksi dan digiling menjadi bubuk.

Makanan apa pun yang mengandung aditif baru ini harus diberi label yang "sesuai".

Baca juga: Anggota Parlemen AS Usulkan Kirim Hanya 1 Tank Abrams untuk Ukraina

Selain jangkrik, Komisi Eropa awal bulan ini juga menyetujui larva Alphitobius diaperinus, yang dikenal sebagai ulat bambu kecil, untuk konsumsi manusia.

Meski sudah jadi bagian dari masakan tradisional di beberapa negara Asia, penggunaan serangga sebagai makanan manusia masih tergolong baru di Eropa.

Para pendukung bersikeras serangga dapat menjadi sumber utama protein hewani sekaligus mengurangi jejak karbon manusia.

Peternakan serangga diyakini jauh lebih ramah lingkungan daripada peternakan tradisional. Serangga juga disebut-sebut sebagai alternatif daging yang lebih terjangkau.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Apa Itu Pax Silica?...
Apa Itu Pax Silica? Aliansi UE dan AS untuk Melawan Dominasi AI China
Blok Rusia Tekan Armenia:...
Blok Rusia Tekan Armenia: Pilih Tetap Jadi Sekutu atau Hengkang ke Uni Eropa!
PM Ceko Sebut Uni Eropa...
PM Ceko Sebut Uni Eropa Mengikuti Jejak Kemunduran Kekaisaran Romawi, Ini 3 Alasannya
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Tok! Kakek 61 Tahun...
Tok! Kakek 61 Tahun di Swedia Divonis Penjara gegara Paksa Istri Layani 120 Pria
Rekomendasi
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved