Panglima Militer AS: Sangat Sulit Mengusir Tentara Rusia dari Ukraina

Sabtu, 21 Januari 2023 - 04:44 WIB
loading...
A A A
Dia berbicara tentang bagaimana masih ada pertempuran signifikan yang terjadi di sebagian besar Ukraina, dengan garis depan yang membentang dari kota terbesar kedua Kharkiv ke selatan ke Kherson dan timur laut ke Bakhmut di mana Rusia mengeklaim telah mendapatkan kembali wilayah yang dicaploknya.

"Dari sudut pandang militer, ini adalah pertarungan yang sangat, sangat sulit," katanya di pangkalan Angkatan Udara AS di Ramstein, Jerman, Jumat waktu setempat, di mana pembicaraan antara 54 negara terus membahas paket keamanan baru untuk Ukraina.

"Ini kurang lebih merupakan garis depan statis saat ini, dengan pengecualian Bakhmut dan Soledar di mana ada aksi ofensif yang signifikan terjadi dari kedua sisi," paparnya.

Jenderal Milley memperkirakan salah satu garis depan mirip dengan jarak antara Washington D.C. dan Atlanta, atau panjangnya sekitar 1.000 kilometer.

"Itu adalah sejumlah besar wilayah dan di wilayah itu masih tersisa banyak pasukan Rusia di Ukraina yang diduduki Rusia," ujar perwira militer berusia 64 tahun itu, seperti dikutip Sky News, Sabtu (21/1/2023).

"Jadi, dari sudut pandang militer, saya masih berpendapat bahwa mulai tahun ini akan sangat, sangat sulit untuk secara militer mengeluarkan pasukan Rusia dari setiap jengkal [tanah] Ukraina yang diduduki Rusia," paparnya.

"Bukan berarti itu tidak bisa terjadi, bukan berarti itu tidak akan terjadi tapi itu akan sangat, sangat sulit."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved