Lavrov: AS Tidak Cukup Kuat Lawan China dan Rusia

Kamis, 19 Januari 2023 - 00:33 WIB
Lavrov juga menuduh Barat mencari cara untuk membuat marah China atas sejumlah masalah, seperti status Tibet dan Taiwan - yang hidup di bawah ancaman invasi China, yang mengklaim wilayah demokrasi yang memerintah sendiri sebagai bagian dari daerahnya dan jika perlu direbut kembali suatu hari, dengan paksa. AS mengatakan akan membantu mempertahankan Taiwan.

Dia mengatakan China terlalu kuat untuk dilawan AS jika kedua negara terseret ke dalam konflik, jadi Washington terpaksa 'memobilisasi' Barat untuk mendukung agenda anti-Beijing-nya.

"Mereka telah menguraikan posisi mereka di Taiwan, yang benar-benar tidak dapat diterima oleh China dan hukum internasional, mereka mencari lebih banyak kesempatan untuk mengganggu China di Tibet, Xinjiang, dan Hong Kong," kata Lavrov.

"Oleh karena itu, China sangat menyadari bahwa tetap berada dalam sistem Barat dan sepenuhnya bergantung pada Barat penuh dengan risiko yang sangat serius bagi kepentingan nasional fundamental pembangunan China," imbuhnya seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (18/1/2023).

Baca: Amerika Serikat Diam-diam Kirim Senjata dari Israel ke Ukraina

Komentar Lavrov menggarisbawahi kepentingan strategis Moskow dari hubungannya dengan China pada saat tentaranya berjuang di Ukraina dan hubungan ekonominya dengan Barat telah dirusak oleh gelombang sanksi berturut-turut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!