Yordania Marah Besar ke Israel, Utusannya Dihalangi Masuk Masjid Al-Aqsa
Rabu, 18 Januari 2023 - 07:20 WIB
Pemandangan kompleks Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem pada 30 Desember 2022. Foto/Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency
AMMAN - Yordania memanggil Duta Besar Israel pada Selasa (17/1/2023) untuk memprotes tindakan polisi Israel yang menghalangi Utusan Kerajaan masuk Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.
Kantor Berita Anadolu melaporkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yordania mengatakan, “Utusan Israel telah diberi surat protes dengan kata-kata keras untuk segera dikirimkan ke pemerintahannya."
“Surat itu termasuk pengingat bahwa Departemen Wakaf Yerusalem yang dikelola Yordania adalah otoritas eksklusif yang mengawasi tempat-tempat suci di Yerusalem, termasuk Masjid Al-Aqsa,” tegas pernyataan Kemlu Yordania.
"Israel, sebagai kekuatan pendudukan, harus mematuhi kewajibannya di bawah hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional terhadap kota Yerusalem yang diduduki dan kesuciannya, terutama Masjid Al-Aqsa yang suci," ungkap juru bicara Kemlu Yordania Sinan Majali.
Baca juga: Bos Mata-mata Rusia Ungkap Sebab Krisis Ukraina Tetap Buntu
“Israel harus menghentikan upaya untuk mengubah status quo bersejarah di Yerusalem yang diduduki,” papar dia.
Kantor Berita Anadolu melaporkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yordania mengatakan, “Utusan Israel telah diberi surat protes dengan kata-kata keras untuk segera dikirimkan ke pemerintahannya."
“Surat itu termasuk pengingat bahwa Departemen Wakaf Yerusalem yang dikelola Yordania adalah otoritas eksklusif yang mengawasi tempat-tempat suci di Yerusalem, termasuk Masjid Al-Aqsa,” tegas pernyataan Kemlu Yordania.
"Israel, sebagai kekuatan pendudukan, harus mematuhi kewajibannya di bawah hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional terhadap kota Yerusalem yang diduduki dan kesuciannya, terutama Masjid Al-Aqsa yang suci," ungkap juru bicara Kemlu Yordania Sinan Majali.
Baca juga: Bos Mata-mata Rusia Ungkap Sebab Krisis Ukraina Tetap Buntu
“Israel harus menghentikan upaya untuk mengubah status quo bersejarah di Yerusalem yang diduduki,” papar dia.
Lihat Juga :