Rusia Siapkan Gelombang Serangan Baru, Bakal Mobilisasi 500 Ribu Wamil
Minggu, 08 Januari 2023 - 06:43 WIB
Skibitsky mengatakan gelombang terakhir mobilisasi akan berlangsung pada 15 Januari setelah masa liburan ketika Rusia mencoba untuk "mengalahkan" Ukraina dengan pasukan besar.
Rusia telah membantah sedang mempersiapkan gelombang kedua mobilisasi umum dengan Vladimir Putin menyebutnya "tidak ada gunanya" pada bulan lalu.
Sebelumnya Kremlin menyerukan gencatan senjata 36 jam pada hari Jumat sesuai dengan hari libur Natal Kristen Ortodoks Rusia.
Namun, Ukraina menolak gencatan senjata, yang digambarkan oleh Volodymyr Zelensky sebagai untuk menghentikan gerak maju pasukannya di Donbas dan membawa peralatan, amunisi, dan orang-orang yang dimobilisasi lebih dekat ke posisi tentara Ukraina.
Ukraina juga mengklaim bahwa pasukan Rusia terus menyerang selama gencatan senjata, dengan seorang pekerja darurat terbunuh oleh tembakan artileri di Kherson dan laporan tembakan artileri di kota Kramatorsk, Donbas.
Baca: Putin Yakinkan Erdogan, Rusia Terbuka untuk Dialog dengan Ukraina
Peringatan serangan udara dikeluarkan di beberapa kota di Ukraina, tetapi tidak ada ledakan yang dilaporkan.
Rusia telah membantah sedang mempersiapkan gelombang kedua mobilisasi umum dengan Vladimir Putin menyebutnya "tidak ada gunanya" pada bulan lalu.
Sebelumnya Kremlin menyerukan gencatan senjata 36 jam pada hari Jumat sesuai dengan hari libur Natal Kristen Ortodoks Rusia.
Namun, Ukraina menolak gencatan senjata, yang digambarkan oleh Volodymyr Zelensky sebagai untuk menghentikan gerak maju pasukannya di Donbas dan membawa peralatan, amunisi, dan orang-orang yang dimobilisasi lebih dekat ke posisi tentara Ukraina.
Ukraina juga mengklaim bahwa pasukan Rusia terus menyerang selama gencatan senjata, dengan seorang pekerja darurat terbunuh oleh tembakan artileri di Kherson dan laporan tembakan artileri di kota Kramatorsk, Donbas.
Baca: Putin Yakinkan Erdogan, Rusia Terbuka untuk Dialog dengan Ukraina
Peringatan serangan udara dikeluarkan di beberapa kota di Ukraina, tetapi tidak ada ledakan yang dilaporkan.
Lihat Juga :