Taliban Kecam Pengakuan Pangeran Harry tentang Bidak Catur Pembunuhan 25 Orang
Sabtu, 07 Januari 2023 - 02:02 WIB
Dia menulis, “Itu bukanlah statistik yang membuat saya bangga tetapi juga tidak membuat saya malu, ketika saya mendapati diri saya tenggelam dalam panas dan kebingungan pertempuran, saya tidak menganggap 25 orang itu sebagai manusia.”
“Itu adalah bidak catur yang dikeluarkan dari papan; orang jahat disingkirkan sebelum mereka bisa membunuh orang baik,” ungkap dia.
Baca juga: AS Kembalikan Artefak Curian Berusia 2.700 Tahun ke Palestina
Anas Haqqani, pemimpin gerakan Taliban di Afghanistan, mengecam komentar "bidak catur" sang pangeran.
Dia menulis tweet, “Tuan Harry! Yang kamu bunuh bukanlah bidak catur, mereka adalah manusia; mereka memiliki keluarga yang menunggu kepulangan mereka.”
“Di antara para pembunuh warga Afghanistan, tidak banyak yang memiliki kesopanan Anda untuk mengungkapkan hati nurani mereka dan mengakui kejahatan perang mereka.”
“Kenyataannya adalah apa yang kamu katakan. Orang-orang kami yang tidak bersalah adalah bidak catur bagi tentara, militer, dan pemimpin politik Anda. Tetap saja, Anda dikalahkan dalam 'permainan' kotak putih dan hitam itu,” ujar Anas Haqqani.
“Saya tidak berharap Mahkamah Internasional (ICC) akan memanggil Anda, atau para aktivis hak asasi manusia akan mengutuk Anda, karena mereka tuli dan buta terhadap Anda,” ujar dia.
“Itu adalah bidak catur yang dikeluarkan dari papan; orang jahat disingkirkan sebelum mereka bisa membunuh orang baik,” ungkap dia.
Baca juga: AS Kembalikan Artefak Curian Berusia 2.700 Tahun ke Palestina
Anas Haqqani, pemimpin gerakan Taliban di Afghanistan, mengecam komentar "bidak catur" sang pangeran.
Dia menulis tweet, “Tuan Harry! Yang kamu bunuh bukanlah bidak catur, mereka adalah manusia; mereka memiliki keluarga yang menunggu kepulangan mereka.”
“Di antara para pembunuh warga Afghanistan, tidak banyak yang memiliki kesopanan Anda untuk mengungkapkan hati nurani mereka dan mengakui kejahatan perang mereka.”
“Kenyataannya adalah apa yang kamu katakan. Orang-orang kami yang tidak bersalah adalah bidak catur bagi tentara, militer, dan pemimpin politik Anda. Tetap saja, Anda dikalahkan dalam 'permainan' kotak putih dan hitam itu,” ujar Anas Haqqani.
“Saya tidak berharap Mahkamah Internasional (ICC) akan memanggil Anda, atau para aktivis hak asasi manusia akan mengutuk Anda, karena mereka tuli dan buta terhadap Anda,” ujar dia.
Lihat Juga :