Marcos Jr Kunjungi Beijing, Filipina dan China Akan Tingkatkan Hubungan Bilateral
Jum'at, 06 Januari 2023 - 02:30 WIB
Seperti dikutip dari Arab News, 14 kesepakatan yang ditandatangani delegasinya mencakup pertanian, keamanan maritim, dan pariwisata, serta “pengaturan untuk pembentukan mekanisme komunikasi tentang masalah maritim” antara kementerian luar negeri mereka.
Marcos mengatakan sebelum keberangkatannya ke Beijing pada hari Selasa, bahwa pemerintahannya berusaha untuk "membuka babak baru" dan menyelesaikan "masalah" politik dan keamanan dengan China selama perjalanan tersebut.
Baca: Marcos Jr Akan Bahas Isu ART Terpidana Mati Saat Kunjungi Indonesia
Ia tidak merinci isu tersebut, namun Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan bahwa salah satunya akan terkait dengan Laut China Selatan. Jalur air yang strategis dan kaya sumber daya telah diklaim oleh China hampir seluruhnya, tetapi negara-negara lain, termasuk Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei, juga memiliki klaim yang tumpang tindih.
Filipina telah mengajukan ratusan protes diplomatik terhadap aktivitas China di wilayah maritim dalam beberapa tahun terakhir, setelah pengadilan internasional di Den Haag menolak klaim Beijing atas wilayah tersebut pada tahun 2016.
Marcos mengatakan sebelum keberangkatannya ke Beijing pada hari Selasa, bahwa pemerintahannya berusaha untuk "membuka babak baru" dan menyelesaikan "masalah" politik dan keamanan dengan China selama perjalanan tersebut.
Baca: Marcos Jr Akan Bahas Isu ART Terpidana Mati Saat Kunjungi Indonesia
Ia tidak merinci isu tersebut, namun Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan bahwa salah satunya akan terkait dengan Laut China Selatan. Jalur air yang strategis dan kaya sumber daya telah diklaim oleh China hampir seluruhnya, tetapi negara-negara lain, termasuk Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei, juga memiliki klaim yang tumpang tindih.
Filipina telah mengajukan ratusan protes diplomatik terhadap aktivitas China di wilayah maritim dalam beberapa tahun terakhir, setelah pengadilan internasional di Den Haag menolak klaim Beijing atas wilayah tersebut pada tahun 2016.
Lihat Juga :