Kapal Induk Inggris Berlayar ke Lingkaran Arktik untuk Misi Rahasia
Sabtu, 24 Desember 2022 - 00:42 WIB
Belum diketahui apa yang diangkut oleh "pesawat kargo rahasia" tersebut sehingga kapal induk Inggris sampai harus siaga digunakan untuk pendaratan darurat jika diperlukan.
Baca juga: Ratu Elizabeth II Meninggal, Kapal Induk Senilai Rp51,6 Triliun Tembakkan 96 Meriam
“Bagian dari uji coba HMS Queen Elizabeth sebelumnya melibatkan pemasangan peralatan STOVL (Sleigh Take Off dan Vixen Landing) yang memungkinkan pesawat jenis ini mendarat dan lepas landas dari kapal induk," kata Angkatan Laut Kerajaan Inggris kepada UKDefence Journal.
Kargo yang dirahasiakan itu kemungkinan akan diumumkan secara nasional pada pagi hari tanggal 25 Desember atau saat Hari Natal.
“Kami telah menerima permintaan bantuan untuk mendukung misi transportasi udara multinasional yang diluncurkan dari lokasi yang saat ini dirahasiakan di Lingkaran Arktik. Dengan demikian, HMS Queen Elizabeth dialihkan untuk menyediakan ketentuan darurat dan opsi 'cadangan' jika pesawat kargo yang terlibat perlu mendarat dan mengisi bahan bakar," kata juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris Nicholas Cringle, Jumat
Baca juga: Ratu Elizabeth II Meninggal, Kapal Induk Senilai Rp51,6 Triliun Tembakkan 96 Meriam
“Bagian dari uji coba HMS Queen Elizabeth sebelumnya melibatkan pemasangan peralatan STOVL (Sleigh Take Off dan Vixen Landing) yang memungkinkan pesawat jenis ini mendarat dan lepas landas dari kapal induk," kata Angkatan Laut Kerajaan Inggris kepada UKDefence Journal.
Kargo yang dirahasiakan itu kemungkinan akan diumumkan secara nasional pada pagi hari tanggal 25 Desember atau saat Hari Natal.
“Kami telah menerima permintaan bantuan untuk mendukung misi transportasi udara multinasional yang diluncurkan dari lokasi yang saat ini dirahasiakan di Lingkaran Arktik. Dengan demikian, HMS Queen Elizabeth dialihkan untuk menyediakan ketentuan darurat dan opsi 'cadangan' jika pesawat kargo yang terlibat perlu mendarat dan mengisi bahan bakar," kata juru bicara Kantor Luar Negeri Inggris Nicholas Cringle, Jumat
Lihat Juga :