Pria Israel di AS Selundupkan Teknologi Sensitif untuk Senjata Nuklir ke Rusia
Minggu, 18 Desember 2022 - 01:44 WIB
"Dia secara ilegal membeli dan menyelundupkan komponen elektronik yang sangat sensitif dan sangat diatur, beberapa di antaranya dapat digunakan dalam pengembangan senjata nuklir dan hipersonik, komputasi kuantum, dan aplikasi militer lainnya," bunyi dakwaan untuk Brayman yang dirilis Departemen Kehakiman AS, seperti dikutip Jerusalem Post, Sabtu (17/12/2022).
Departemen tersebut mengatakan bahwa para terdakwa terlibat dengan dua perusahaan yang berbasis di Rusia, Serniya Engineering dan Sertal LLC, yang mengoperasikan jaringan global perusahaan cangkang dan rekening bank di bawah arahan dinas intelijen Rusia—dalam skema yang digunakan untuk melewati sanksi ekonomi yang diberlakukan terhadap Moskow. Kedua perusahaan itu sebelumnya juga mendapat sanksi dari AS.
Sesuai dakwaan, dua terdakwa asal Rusia yang dipekerjakan oleh perusahaan yang terkena sanksi menerima permintaan untuk mengirimkan teknologi sensitif AS ke Rusia.
Permintaan tersebut kemudian diteruskan ke Boris Livshits, mantan penduduk AS dan pemilik berbagai perusahaan cangkang dan rekening bank terkait di wilayah New York City.
Livshits kemudian menggunakan kontaknya di New York untuk mengarahkan pengiriman teknologi sensitif ke Rusia dan melapisi transaksi keuangan yang dilakukan sebagai bagian dari skema penipuan.
Departemen tersebut mengatakan bahwa para terdakwa terlibat dengan dua perusahaan yang berbasis di Rusia, Serniya Engineering dan Sertal LLC, yang mengoperasikan jaringan global perusahaan cangkang dan rekening bank di bawah arahan dinas intelijen Rusia—dalam skema yang digunakan untuk melewati sanksi ekonomi yang diberlakukan terhadap Moskow. Kedua perusahaan itu sebelumnya juga mendapat sanksi dari AS.
Sesuai dakwaan, dua terdakwa asal Rusia yang dipekerjakan oleh perusahaan yang terkena sanksi menerima permintaan untuk mengirimkan teknologi sensitif AS ke Rusia.
Permintaan tersebut kemudian diteruskan ke Boris Livshits, mantan penduduk AS dan pemilik berbagai perusahaan cangkang dan rekening bank terkait di wilayah New York City.
Livshits kemudian menggunakan kontaknya di New York untuk mengarahkan pengiriman teknologi sensitif ke Rusia dan melapisi transaksi keuangan yang dilakukan sebagai bagian dari skema penipuan.
Lihat Juga :