Rusia Kumpulkan 2 Lusin Bomber, Diduga Segera Gempur Ukraina Besar-besaran
Jum'at, 02 Desember 2022 - 07:26 WIB
Di samping pesawat pengebom jarak jauh terdapat sejumlah pesawat tanker bahan bakar dan kotak amunisi.
Ada juga sejumlah wheel loader yang digunakan untuk mengangkut rudal jelajah X-55 dan X-101—yang memiliki jangkauan 2.500 km dan mampu membawa hulu ledak nuklir.
Rusia telah menggunakan rudal jelajah untuk menyerang target Ukraina dari tanah Rusia—yang membuat peluncur mereka jauh dari jangkauan sistem pertahanan anti-pesawat Ukraina.
Kekhawatiran akan serangan besar-besaran itu muncul setelah sebuah laporan menganalisis kinerja memalukan Rusia sejak dimulainya perang pekan terakhir Februari lalu.
Tentara Kiev dilaporkan telah berulang kali membodohi pasukan Presiden Vladimir Putin untuk membuang-buang sumber daya yang berharga sejak Februari.
Pada suatu kesempatan, pasukan Ukraina mencetak gambar besar hanggar pesawat yang diledakkan ke lembaran besar untuk menyamarkan pangkalan udara mereka.
Analisis Royal United Services Institute (RUSI) mengeklaim bahwa pasukan Rusia juga telah ditipu untuk membuang-buang amunisi mereka yang tak ternilai harganya untuk target palsu, termasuk peluncur roket HIMARS buatan AS.
Ada juga sejumlah wheel loader yang digunakan untuk mengangkut rudal jelajah X-55 dan X-101—yang memiliki jangkauan 2.500 km dan mampu membawa hulu ledak nuklir.
Rusia telah menggunakan rudal jelajah untuk menyerang target Ukraina dari tanah Rusia—yang membuat peluncur mereka jauh dari jangkauan sistem pertahanan anti-pesawat Ukraina.
Kekhawatiran akan serangan besar-besaran itu muncul setelah sebuah laporan menganalisis kinerja memalukan Rusia sejak dimulainya perang pekan terakhir Februari lalu.
Tentara Kiev dilaporkan telah berulang kali membodohi pasukan Presiden Vladimir Putin untuk membuang-buang sumber daya yang berharga sejak Februari.
Pada suatu kesempatan, pasukan Ukraina mencetak gambar besar hanggar pesawat yang diledakkan ke lembaran besar untuk menyamarkan pangkalan udara mereka.
Analisis Royal United Services Institute (RUSI) mengeklaim bahwa pasukan Rusia juga telah ditipu untuk membuang-buang amunisi mereka yang tak ternilai harganya untuk target palsu, termasuk peluncur roket HIMARS buatan AS.
Lihat Juga :