Demo China Meluas, Massa: Gulingkan Partai Komunis, Gulingkan Xi Jinping!
Senin, 28 November 2022 - 10:09 WIB
"Sekarang ada 200 sampai 300 orang...Kami menyanyikan lagu kebangsaan dan Internationale, dan meneriakkan 'kebebasan akan menang'," kata mahasiswa tersebut, yang berbicara tanpa menyebutkan nama.
Belum ada komentar langsung dari pemerintah China atas demo yang mulai meluas.
Ratusan orang juga melakukan protes di Wuhan, tempat Covid-19 pertama kali muncul pada tahun 2019. Rekaman yang disiarkan AFP menunjukkan sebuah jalan di pusat kota dipenuhi massa malam hari, bersorak dan merekam protes tersebut dengan ponsel mereka.
Di Shanghai, seperti dilaporkan AP, Senin (28/11/2022), ratusan orang berkumpul di Jalan Wulumqi pada tengah malam. Mereka membawa bunga, lilin, dan tanda bertuliskan "Urumqi, 24 November, mereka yang meninggal beristirahatlah dalam damai".
Tulisan pada tanda itu untuk mengenang 10 orang yang tewas dalam kebakaran di sebuah gedung apartemen di Ibu Kota Xinjiang, Urumqi.
Kematian tersebut telah memicu kemarahan publik yang meluas karena banyak pengguna internet menduga bahwa penghuni gedung bertingkat tinggi tersebut tidak dapat melarikan diri tepat waktu karena sebagian gedung tersebut dikunci.
Namun, para pejabat kota telah menolak klaim tersebut.
Belum ada komentar langsung dari pemerintah China atas demo yang mulai meluas.
Ratusan orang juga melakukan protes di Wuhan, tempat Covid-19 pertama kali muncul pada tahun 2019. Rekaman yang disiarkan AFP menunjukkan sebuah jalan di pusat kota dipenuhi massa malam hari, bersorak dan merekam protes tersebut dengan ponsel mereka.
Di Shanghai, seperti dilaporkan AP, Senin (28/11/2022), ratusan orang berkumpul di Jalan Wulumqi pada tengah malam. Mereka membawa bunga, lilin, dan tanda bertuliskan "Urumqi, 24 November, mereka yang meninggal beristirahatlah dalam damai".
Tulisan pada tanda itu untuk mengenang 10 orang yang tewas dalam kebakaran di sebuah gedung apartemen di Ibu Kota Xinjiang, Urumqi.
Kematian tersebut telah memicu kemarahan publik yang meluas karena banyak pengguna internet menduga bahwa penghuni gedung bertingkat tinggi tersebut tidak dapat melarikan diri tepat waktu karena sebagian gedung tersebut dikunci.
Namun, para pejabat kota telah menolak klaim tersebut.
Lihat Juga :