Viral Video Putin Jatuhkan Pena Saat Rapat, Ditonton 1 Juta Kali
Jum'at, 25 November 2022 - 21:29 WIB
Selanjutnya, Putin terlihat menjatuhkan penanya di atas meja di depannya, sementara Presiden Belarusia Alexander Lukashenko yang tampak terkejut melihatnya.
"Nikol Pashinyan menolak menandatangani deklarasi setelah KTT Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO). Faktanya, itu berarti CSTO telah runtuh sepenuhnya. Putin menjatuhkan penanya, Lukashenko kaget," cuit Gerashchenko seperti dilansir dari Newsweek, Jumat (25/11/2022).
Pashinyan mengatakan dia tidak menandatangani draf deklarasi bersama karena tidak termasuk pernyataan tentang negara tetangga Azerbaijan, yang dia tuduh melakukan "agresi" terhadap integritas teritorial negaranya.
Azerbaijan dan Armenia, keduanya mantan anggota Uni Soviet, mulai berperang di perbatasan bersama mereka pada bulan September. Kedua negara saling menyalahkan atas bentrokan tersebut, dan karena melanggar perjanjian gencatan senjata. Konflik itu adalah yang terburuk yang melibatkan dua bekas republik Soviet yang bersaing di Kaukasus sejak 2020, ketika ribuan orang terbunuh.
Awal tahun ini, Armenia tidak berhasil dalam upayanya untuk menerapkan ketentuan pertahanan kolektif CSTO.
Baca: Putin Telepon Presiden Iran, Perkuat Hubungan dan Kerja Sama
"Ini adalah masalah yang sangat penting. Kita harus berkonsultasi tentang masalah yang akan memastikan perdamaian jangka panjang di kawasan ini," katanya kepada para pemimpin negara anggota CSTO.
"Nikol Pashinyan menolak menandatangani deklarasi setelah KTT Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO). Faktanya, itu berarti CSTO telah runtuh sepenuhnya. Putin menjatuhkan penanya, Lukashenko kaget," cuit Gerashchenko seperti dilansir dari Newsweek, Jumat (25/11/2022).
Pashinyan mengatakan dia tidak menandatangani draf deklarasi bersama karena tidak termasuk pernyataan tentang negara tetangga Azerbaijan, yang dia tuduh melakukan "agresi" terhadap integritas teritorial negaranya.
Azerbaijan dan Armenia, keduanya mantan anggota Uni Soviet, mulai berperang di perbatasan bersama mereka pada bulan September. Kedua negara saling menyalahkan atas bentrokan tersebut, dan karena melanggar perjanjian gencatan senjata. Konflik itu adalah yang terburuk yang melibatkan dua bekas republik Soviet yang bersaing di Kaukasus sejak 2020, ketika ribuan orang terbunuh.
Awal tahun ini, Armenia tidak berhasil dalam upayanya untuk menerapkan ketentuan pertahanan kolektif CSTO.
Baca: Putin Telepon Presiden Iran, Perkuat Hubungan dan Kerja Sama
"Ini adalah masalah yang sangat penting. Kita harus berkonsultasi tentang masalah yang akan memastikan perdamaian jangka panjang di kawasan ini," katanya kepada para pemimpin negara anggota CSTO.
Lihat Juga :