Polusi Udara Bunuh 238.000 Orang di Eropa
Kamis, 24 November 2022 - 19:31 WIB
Materi partikulat halus, atau PM2.5, adalah istilah untuk partikel halus yang biasanya merupakan produk sampingan dari knalpot mobil atau pembangkit listrik tenaga batu bara.
Ukurannya yang kecil memungkinkan mereka melakukan perjalanan jauh ke dalam saluran pernapasan, memperburuk risiko bronkitis, asma, dan penyakit paru-paru.
"Juga pada tahun 2020, paparan nitrogen dioksida (NO2) di atas ambang batas yang direkomendasikan WHO menyebabkan 49.000 kematian dini di UE," kata EEA.
Paparan akut terhadap ozon (O3) menyebabkan 24.000 orang meninggal lebih awal.
"Saat membandingkan tahun 2020 dengan 2019, jumlah kematian dini yang disebabkan polusi udara meningkat untuk PM2.5 tetapi menurun untuk NO2 dan O3," kata badan tersebut.
"Untuk PM 2.5, penurunan konsentrasi diimbangi dengan peningkatan kematian akibat pandemi," sambungnya.
Baca: New Delhi Anggarkan Rp8,8 Triliun untuk Atasi Polusi Terburuk di Dunia
Ukurannya yang kecil memungkinkan mereka melakukan perjalanan jauh ke dalam saluran pernapasan, memperburuk risiko bronkitis, asma, dan penyakit paru-paru.
"Juga pada tahun 2020, paparan nitrogen dioksida (NO2) di atas ambang batas yang direkomendasikan WHO menyebabkan 49.000 kematian dini di UE," kata EEA.
Paparan akut terhadap ozon (O3) menyebabkan 24.000 orang meninggal lebih awal.
"Saat membandingkan tahun 2020 dengan 2019, jumlah kematian dini yang disebabkan polusi udara meningkat untuk PM2.5 tetapi menurun untuk NO2 dan O3," kata badan tersebut.
"Untuk PM 2.5, penurunan konsentrasi diimbangi dengan peningkatan kematian akibat pandemi," sambungnya.
Baca: New Delhi Anggarkan Rp8,8 Triliun untuk Atasi Polusi Terburuk di Dunia
Lihat Juga :