Kepala Keamanan Israel Sebut Iran Bisa Serang Hajatan Piala Dunia 2022

Kamis, 24 November 2022 - 00:30 WIB
“Iran berusaha untuk menjaga ketidakstabilan sebagai hal yang konstan. Pada saat dunia di sekitarnya stabil dan berkembang — ini adalah kebalikan dari apa yang terjadi di dalam Iran,” lanjutnya.

Protes nasional di Iran terhadap rezim meletus setelah kematian wanita Kurdi berusia 22 tahun Mahsa Amini saat berada dalam tahanan Polisi Moral negara, yang telah menahannya karena mengenakan jilbab secara tidak pantas.

Baca: Iran: 40 Warga Asing Ditangkap di Tengah Aksi Protes

“Pada tahap ini, saya tidak melihat risiko bagi rezim. Tetapi, ketika tekanan terhadap Iran meningkat, termasuk tekanan internal, respons Iran jauh lebih agresif. Jadi, kita harus mengharapkan respons yang jauh lebih agresif di kawasan dan di dunia,” tambah Haliva.

Iran kalah dalam pertandingan pembukaannya pada Senin 6-2 dari Inggris, dalam pertandingan yang diwarnai kontroversi setelah para pemainnya menolak menyanyikan lagu kebangsaan Iran sebagai protes diam-diam terhadap situasi di negara mereka.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!