Rusia Rekrut Eks Pasukan Khusus Afghanistan untuk Bertempur di Ukraina

Selasa, 01 November 2022 - 06:00 WIB
“Mereka tidak ingin pergi berperang – tetapi mereka tidak punya pilihan,” kata salah satu jenderal, Abdul Raof Arghandiwal. Ia menambahkan, bahwa selusin atau lebih pasukan komando di Iran dengan siapa dia telah mengirim pesan, sangat takut dideportasi.

"Mereka bertanya kepada saya, 'Beri saya solusi? Apa yang harus kita lakukan? Jika kami kembali ke Afghanistan, Taliban akan membunuh kami,” ungkap Arghandiwal. Ia juga mengungkapkan, perekrutan dipimpin oleh pasukan bayaran Rusia Wagner Group.

Baca: Parah! Penjahat di Finlandia Dapat Senjata dari Ukraina

Jenderal Afghanistan lainnya, Hibatullah Alizai, panglima militer Afghanistan terakhir sebelum Taliban mengambil alih, mengatakan upaya itu juga dibantu oleh mantan komandan pasukan khusus Afghanistan yang tinggal di Rusia.

Rekrutmen Rusia mengikuti peringatan berbulan-bulan dari tentara AS yang bertempur dengan pasukan khusus Afghanistan, bahwa Taliban berniat membunuh mereka dan bahwa mereka mungkin bergabung dengan musuh AS untuk tetap hidup atau karena marah dengan mantan sekutu mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!