Ukraina: Referendum Jelang G20 Bukti Rusia Permalukan Diri

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 14:21 WIB
Menurut Vasyl Hamianin dengan menyelenggarakan “referendum” palsu di wilayah-wilayah Ukraina yang diduduki sementara, Federasi Rusia dengan sengaja menunjukkan bahwa semua sinyal yang mereka tentang upaya negosiasi hanyalah dalih untuk menutupi agresi bersenjatanya.

Baca: Putin Tegaskan Prioritas Utama Rusia dalam Referendum Donbass

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Pemeliharaan Perdamaian, Rosemary DiCarlo, pada Selasa (27/9/2022) mengatakan bahwa referendum yang didukung Rusia di wilayah Ukraina yang diduduki "bukanlah ekspresi asli dari keinginan rakyat" atau "legal" di bawah hukum internasional.

DiCarlo mengatakan PBB tetap berkomitmen penuh pada kedaulatan, persatuan, kemerdekaan, dan integritas wilayah Ukraina dan menuntut agar Rusia patuh pada hukum internasional dan menghormati hukum Ukraina.

Tuan rumah G20, Presiden Jokow Widodo sebagai pemimpin pertama Asia yang berkunjun ke Kiev dan Moskow pada Kamis (29/9) pun menilai referendum yang dilakukan Rusia semakin memperumit penyelesaian damai yang akibatnya akan memperpanjang dampak secara global.

"Referendum yang kemarin dilakukan di empat wilayah Ukraina: Di Donetsk, di Luhansk, di Zaporizhzhia, dan Kherson, makin merumitkan lagi kapan akan selesai dan imbasnya kepada ekonomi seperti apa. Makin rumit," kata Jokowi.

Baca: Hasil Referendum Donbass Diumumkan, Mayoritas Warga Pilih Gabung Rusia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!