Gawat, Eks Presiden Rusia Pertimbangkan Gunakan Nuklir Lawan Ukraina
Selasa, 27 September 2022 - 20:34 WIB
Moskow mengatakan hanya akan menggunakan senjata paling mematikan jika atau salah satu sekutunya diserang dengan senjata pemusnah massal atau jika keberadaannya dipertaruhkan dalam konflik konvensional.
"Secara hipotetis, jika Ukraina mengancam keberadaan Rusia, Moskow dapat menggunakan senjata nuklir," tambah Medvedev, tetapi taruhannya akan terlalu tinggi bagi pihak ketiga untuk terlibat.
“Saya percaya NATO tidak akan campur tangan dalam konflik bahkan dalam skenario ini. Keamanan Washington, London, Brussel lebih penting bagi Aliansi daripada nasib Ukraina yang tak berguna dan binasa,” prediksi Medvedev.
“Mengirim senjata modern ke Ukraina hanyalah bisnis dengan bumbu kebencian ekstra terhadap kami. Tidak lebih,” katanya.
“Demagog (Amerika) dan Eropa tidak akan mati dalam kiamat nuklir. Inilah sebabnya mengapa mereka akan menelan penggunaan senjata apa pun dalam konflik yang sedang berlangsung,” ia menambahkan.
Baca: Eks Panglima NATO: Putin Akan Ditinggalkan China Jika Gunakan Senjata Nuklir
"Secara hipotetis, jika Ukraina mengancam keberadaan Rusia, Moskow dapat menggunakan senjata nuklir," tambah Medvedev, tetapi taruhannya akan terlalu tinggi bagi pihak ketiga untuk terlibat.
“Saya percaya NATO tidak akan campur tangan dalam konflik bahkan dalam skenario ini. Keamanan Washington, London, Brussel lebih penting bagi Aliansi daripada nasib Ukraina yang tak berguna dan binasa,” prediksi Medvedev.
“Mengirim senjata modern ke Ukraina hanyalah bisnis dengan bumbu kebencian ekstra terhadap kami. Tidak lebih,” katanya.
“Demagog (Amerika) dan Eropa tidak akan mati dalam kiamat nuklir. Inilah sebabnya mengapa mereka akan menelan penggunaan senjata apa pun dalam konflik yang sedang berlangsung,” ia menambahkan.
Baca: Eks Panglima NATO: Putin Akan Ditinggalkan China Jika Gunakan Senjata Nuklir
Lihat Juga :