Ngeri! Rudal Rusia Ini Masih Bisa Tepat Sasaran Meski Dihantam Anti-Rudal
Jum'at, 23 September 2022 - 11:39 WIB
Rudal balistik antarbenua Sarmat Rusia. Foto/currentaffairs
MOSKOW - Rudal RS-28 Sarmat milik Rusia adalah rudal balistik antarbenua (ICBM) generasi berikutnya yang sangat berat, berkemampuan nuklir, dan multiple independent reentry vehicle (MIRV). Rudal ini diharapkan menjadi tulang punggung pencegah strategis Rusia dalam beberapa dekade mendatang setelah pengirimannya ke gudang senjata dimulai akhir tahun ini.
Menurut perancangnya, kepala perancang di Biro Desain Roket Makeyev Vladimir Degtyar, sistem kontrol rudal Sarmat dirancang untuk memungkinkan rudal untuk melanjutkan perjalanannya bahkan jika terkena proyektil anti-rudal
“Sistem kontrol penerbangan onboard Sarmat memiliki kemampuan untuk mengoreksi lintasannya menggunakan GLONASS, yang memungkinkan untuk memastikan akurasi penargetan yang tinggi, termasuk setelah terkena dampak rudal pertahanan udara,” ungkap Degtyar dalam sebuah wawancara dengan Sputnik.
Sekedar informasi, GLONASS adalah sistem navigasi global berbasis satelit GPS, Galileo, dan BeiDou Rusia.
Dengan jangkauan 18.000 km, kata Degtyar, Sarmat dapat mencapai hampir semua titik di planet ini.
“Akselerasinya yang cepat ke kecepatan yang dibutuhkan memberikan kemungkinan besar untuk mengalahkan sistem pertahanan rudal musuh selama fase aktif penerbangan,” kata akademisi tersebut.
“Peralatan Sarmat mencakup beberapa lusin jenis muatan yang berbeda, yang memungkinkannya melakukan tugasnya secara praktis di mana saja di dunia,” tambahnya seperti dikutip dari kantor berita Rusia itu, Jumat (23/9/2022).
Baca: 4 Tank Terbaik Buatan Rusia, Nomor 2 Disebut yang Terkuat
Menurut perancangnya, kepala perancang di Biro Desain Roket Makeyev Vladimir Degtyar, sistem kontrol rudal Sarmat dirancang untuk memungkinkan rudal untuk melanjutkan perjalanannya bahkan jika terkena proyektil anti-rudal
“Sistem kontrol penerbangan onboard Sarmat memiliki kemampuan untuk mengoreksi lintasannya menggunakan GLONASS, yang memungkinkan untuk memastikan akurasi penargetan yang tinggi, termasuk setelah terkena dampak rudal pertahanan udara,” ungkap Degtyar dalam sebuah wawancara dengan Sputnik.
Sekedar informasi, GLONASS adalah sistem navigasi global berbasis satelit GPS, Galileo, dan BeiDou Rusia.
Dengan jangkauan 18.000 km, kata Degtyar, Sarmat dapat mencapai hampir semua titik di planet ini.
“Akselerasinya yang cepat ke kecepatan yang dibutuhkan memberikan kemungkinan besar untuk mengalahkan sistem pertahanan rudal musuh selama fase aktif penerbangan,” kata akademisi tersebut.
“Peralatan Sarmat mencakup beberapa lusin jenis muatan yang berbeda, yang memungkinkannya melakukan tugasnya secara praktis di mana saja di dunia,” tambahnya seperti dikutip dari kantor berita Rusia itu, Jumat (23/9/2022).
Baca: 4 Tank Terbaik Buatan Rusia, Nomor 2 Disebut yang Terkuat
Lihat Juga :