Hamas Eksekusi Mati 5 Warga Palestina, 2 karena Kolaborasi dengan Israel
Minggu, 04 September 2022 - 14:40 WIB
Hamas Eksekusi Mati 5 Warga Palestina, 2 karena Kolaborasi dengan Israel. FOTO/Reuters
GAZA - Faksi Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza mengumumkan pada Minggu (4/9/2022), bahwa mereka mengeksekusi lima warga Palestina, termasuk dua orang karena berkolaborasi dengan Israel.
"Pada Minggu pagi, hukuman mati dijatuhkan terhadap dua terhukum karena bekerja sama dengan pendudukan (Israel), dan tiga lainnya dalam kasus pidana," kata Hamas dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP.
Baca: Hamas: Dunia Harus Tuntut Pertanggungjawaban Israel atas Kejahatannya
Ditambahkan pula, bahwa para terdakwa sebelumnya telah diberikan “hak penuh mereka untuk membela diri”. Kementerian Dalam Negeri Hamas memberikan inisial dan tahun kelahiran lima orang Palestina yang dieksekusi, tetapi tidak memberikan nama lengkap mereka.
Dua orang yang dieksekusi karena “kolaborasi” dengan Israel adalah dua pria kelahiran 1978 dan 1968. Yang lebih tua dari keduanya adalah penduduk Khan Yunis di selatan Jalur Gaza yang diblokade.
“Dia dihukum karena memasok Israel pada tahun 1991 dengan informasi tentang orang-orang perlawanan, tempat tinggal mereka dan lokasi landasan peluncuran roket," kata pernyataan Hamas.
"Pada Minggu pagi, hukuman mati dijatuhkan terhadap dua terhukum karena bekerja sama dengan pendudukan (Israel), dan tiga lainnya dalam kasus pidana," kata Hamas dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP.
Baca: Hamas: Dunia Harus Tuntut Pertanggungjawaban Israel atas Kejahatannya
Ditambahkan pula, bahwa para terdakwa sebelumnya telah diberikan “hak penuh mereka untuk membela diri”. Kementerian Dalam Negeri Hamas memberikan inisial dan tahun kelahiran lima orang Palestina yang dieksekusi, tetapi tidak memberikan nama lengkap mereka.
Dua orang yang dieksekusi karena “kolaborasi” dengan Israel adalah dua pria kelahiran 1978 dan 1968. Yang lebih tua dari keduanya adalah penduduk Khan Yunis di selatan Jalur Gaza yang diblokade.
“Dia dihukum karena memasok Israel pada tahun 1991 dengan informasi tentang orang-orang perlawanan, tempat tinggal mereka dan lokasi landasan peluncuran roket," kata pernyataan Hamas.
Lihat Juga :