Mikhail Gorbachev: Dipuja Barat, Kontroversial di Negeri Sendiri
Rabu, 31 Agustus 2022 - 07:45 WIB
Namun, mantan pemimpin Soviet itu juga menghadapi kritik yang signifikan, sebagian besar di dalam negeri, dari mereka yang percaya kebijakannya melemahkan Uni Soviet dan penerusnya, Rusia, dan merupakan penyebab utama runtuhnya Uni Soviet.
Beberapa kritikus secara khusus mengatakan, dengan bergerak maju melalui inisiatif perlucutan senjatanya, termasuk yang sepihak, dia merusak kekuatan militer dan industri Uni Soviet.
Baca juga: Mikhail Gorbachev, Penarikan Soviet dari Afghanistan, dan Akhir Perang Dingin
Sementara pihak lain menuduhnya gagal mencegah NATO memperluas lebih jauh ke timur dan akhirnya mencapai perbatasan Rusia.
Setelah pengunduran dirinya, Gorbachev mendirikan International Non-Governmental Foundation for Socio-Economic and Political Studies (The Gorbachev Foundation), yang merupakan pusat penelitian dan platform diskusi, serta lembaga non-pemerintah yang mengawasi proyek amal kemanusiaan.
Pada tahun 1993, atas inisiatif perwakilan dari 108 negara, Gorbachev mendirikan Green Cross International, organisasi lingkungan non-pemerintah, yang kini memiliki kantor di 23 negara di seluruh dunia.
Beberapa kritikus secara khusus mengatakan, dengan bergerak maju melalui inisiatif perlucutan senjatanya, termasuk yang sepihak, dia merusak kekuatan militer dan industri Uni Soviet.
Baca juga: Mikhail Gorbachev, Penarikan Soviet dari Afghanistan, dan Akhir Perang Dingin
Sementara pihak lain menuduhnya gagal mencegah NATO memperluas lebih jauh ke timur dan akhirnya mencapai perbatasan Rusia.
Setelah pengunduran dirinya, Gorbachev mendirikan International Non-Governmental Foundation for Socio-Economic and Political Studies (The Gorbachev Foundation), yang merupakan pusat penelitian dan platform diskusi, serta lembaga non-pemerintah yang mengawasi proyek amal kemanusiaan.
Pada tahun 1993, atas inisiatif perwakilan dari 108 negara, Gorbachev mendirikan Green Cross International, organisasi lingkungan non-pemerintah, yang kini memiliki kantor di 23 negara di seluruh dunia.
Lihat Juga :