3 Dinasti Kuno China dengan Kaisarnya yang Paling Kejam
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 05:45 WIB
Akibat dari peristiwa tersebut ada sekitar 40.000 orang tewas dan beberapa diantara mereka dibunuh dengan cara dikuliti secara hidup-hidup.
Tidak berhenti di situ saja, kulit mereka kemudian dipaku di dinding sebagai tanda peringatan bahwa Kaisar Hongwu tidak akan membiarkan seseorang menentang otoritasnya.
Selanjutnya ada juga kisah dari kekejaman Kaisar Yongle. Cara Yongle menaklukkan pemerintahan dapat dikatakan sebagai suatu cara yang keji.
Untuk mendapatkan kekuasaan, Kaisar Yongle bahkan mengirimkan orang untuk membuat kaisar kedua Dinasti Ming, Jianwen, tewas.
Saat itu cara yang ia lakukan adalah dengan membakar istana kekaisaran yang di dalamnya masih ada Jianwen.
Kekejaman Dinasti ini juga diperlihatkan dari cara memperlakukan selir. Setelah meninggalnya Kaisar Yongle, para selir Kaisar Yongle harus menunjukkan kesetiaan abadi mereka kepada Yongle dengan mengikutinya ke kuburan.
Setelah itu, dibawa ke aula besar dan akhirnya menggantung diri mereka dengan jeratan kain sutra. Meskipun begitu, rupanya cara ini masih dianggap sebagai cara yang beruntung bagi para selir.
Ada kaisar lain dari dinasti ini yang melakukan hal yang lebih kejam terhadap selirnya. Seusai sang Kaisar meninggal, para selir ada yang diharuskan untuk ikut dikubur hidup-hidup dalam makam Kaisar atau ada juga yang dipaksa membakar diri.
Pada tahun 1644 kekuasaan dinasti ini berakhir setelah terjadinya krisis keuangan yang memunculkan masalah kelaparan dan membuat pemerintah kewalahan dalam mengatasi pemberontakan.
2. Dinasti Shang
Dinasti Shang dikenal sebagai peletak dasar peradaban China. Kesuksesan tersebut dilihat dari lamanya dinasti ini berkuasa.
Dinasti Shang berkuasa sejak 1600 SM hingga 1046 SM. Terhitung ada 31 kaisar yang berkuasa selama 17 generasi.
Meskipun berhasil mengembalikan peradaban masyarakat China Kuno yang sempat mundur dari kekuasaan Dinasti Xia, ada kaisar Dinasti Shang yang dikenal sangat kejam.
Uniknya, kisah kekejaman tersebut diduga akibat adanya pengaruh dari selir kesayangan kaisar.
Tidak berhenti di situ saja, kulit mereka kemudian dipaku di dinding sebagai tanda peringatan bahwa Kaisar Hongwu tidak akan membiarkan seseorang menentang otoritasnya.
Selanjutnya ada juga kisah dari kekejaman Kaisar Yongle. Cara Yongle menaklukkan pemerintahan dapat dikatakan sebagai suatu cara yang keji.
Untuk mendapatkan kekuasaan, Kaisar Yongle bahkan mengirimkan orang untuk membuat kaisar kedua Dinasti Ming, Jianwen, tewas.
Saat itu cara yang ia lakukan adalah dengan membakar istana kekaisaran yang di dalamnya masih ada Jianwen.
Kekejaman Dinasti ini juga diperlihatkan dari cara memperlakukan selir. Setelah meninggalnya Kaisar Yongle, para selir Kaisar Yongle harus menunjukkan kesetiaan abadi mereka kepada Yongle dengan mengikutinya ke kuburan.
Setelah itu, dibawa ke aula besar dan akhirnya menggantung diri mereka dengan jeratan kain sutra. Meskipun begitu, rupanya cara ini masih dianggap sebagai cara yang beruntung bagi para selir.
Ada kaisar lain dari dinasti ini yang melakukan hal yang lebih kejam terhadap selirnya. Seusai sang Kaisar meninggal, para selir ada yang diharuskan untuk ikut dikubur hidup-hidup dalam makam Kaisar atau ada juga yang dipaksa membakar diri.
Pada tahun 1644 kekuasaan dinasti ini berakhir setelah terjadinya krisis keuangan yang memunculkan masalah kelaparan dan membuat pemerintah kewalahan dalam mengatasi pemberontakan.
2. Dinasti Shang
Dinasti Shang dikenal sebagai peletak dasar peradaban China. Kesuksesan tersebut dilihat dari lamanya dinasti ini berkuasa.
Dinasti Shang berkuasa sejak 1600 SM hingga 1046 SM. Terhitung ada 31 kaisar yang berkuasa selama 17 generasi.
Meskipun berhasil mengembalikan peradaban masyarakat China Kuno yang sempat mundur dari kekuasaan Dinasti Xia, ada kaisar Dinasti Shang yang dikenal sangat kejam.
Uniknya, kisah kekejaman tersebut diduga akibat adanya pengaruh dari selir kesayangan kaisar.
Lihat Juga :