Menkeu Ukraina Pusing, Kiev Kesulitan Keuangan Buat Gaji Pasukan
Minggu, 14 Agustus 2022 - 10:40 WIB
“Tanpa uang ini, perang akan berlangsung lebih lama dan akan lebih merusak ekonomi,” jelasnya seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (14/8/2022).
Sementara itu seorang penasihat ekonomi untuk Presiden Volodymyr Zelensky, Rostislav Shurma, menggambarkan situasi ini dengan istilah yang lebih keras.
"Jika Kiev bertindak lamban di Barat, Rusia akan berada di perbatasan Polandia sekarang,” katanya kepada WSJ.
“Mereka tidak merasakan perang. Itulah masalahnya. Satu-satunya hal yang mereka rasakan di UE (Uni Eropa) adalah harga tinggi,” ujar Shurma.
Karena kekurangan dana, Bank Sentral Ukraina tidak punya pilihan selain mencetak lebih banyak uang untuk memungkinkan pemerintah menggaji pasukan dan membeli senjata serta amunisi untuk terus berjuang.
Baca juga: Dianggap Menahan Bantuan, Uni Eropa Bikin Zelensky Naik Darah
Pendekatan ini telah melemahkan mata uang nasional Ukraina, hryvnia, yang telah kehilangan 30% sejak peluncuran operasi militer Rusia di Ukraina, mendorong lonjakan besar dalam inflasi.
Tapi ini adalah pengorbanan yang Marchenko rela lakukan: “kita harus khawatir tentang memenangkan perang. Lebih baik mengambil risiko inflasi tinggi daripada tidak membayar gaji tentara.”
Sementara itu seorang penasihat ekonomi untuk Presiden Volodymyr Zelensky, Rostislav Shurma, menggambarkan situasi ini dengan istilah yang lebih keras.
"Jika Kiev bertindak lamban di Barat, Rusia akan berada di perbatasan Polandia sekarang,” katanya kepada WSJ.
“Mereka tidak merasakan perang. Itulah masalahnya. Satu-satunya hal yang mereka rasakan di UE (Uni Eropa) adalah harga tinggi,” ujar Shurma.
Karena kekurangan dana, Bank Sentral Ukraina tidak punya pilihan selain mencetak lebih banyak uang untuk memungkinkan pemerintah menggaji pasukan dan membeli senjata serta amunisi untuk terus berjuang.
Baca juga: Dianggap Menahan Bantuan, Uni Eropa Bikin Zelensky Naik Darah
Pendekatan ini telah melemahkan mata uang nasional Ukraina, hryvnia, yang telah kehilangan 30% sejak peluncuran operasi militer Rusia di Ukraina, mendorong lonjakan besar dalam inflasi.
Tapi ini adalah pengorbanan yang Marchenko rela lakukan: “kita harus khawatir tentang memenangkan perang. Lebih baik mengambil risiko inflasi tinggi daripada tidak membayar gaji tentara.”
Lihat Juga :