Majalah Penghina Nabi Muhammad Kecam Penikaman Salman Rushdie

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 19:49 WIB
Salman Rushdie, penulis asal India namun telah menjadi warga negara Inggris, telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di tempat persembunyian gara-gara fatwa mati dari pemimpin revolusi Iran. Fatwa mati dijatuhkan setelah novel "Ayat-Ayat Setan" dianggap Khomeini telah menghina Islam dan Nabi Muhammad.

Menurut saksi mata, dia ditikam berkali-kali di leher dan dada saat berada di atas panggung sebuah acara sastra di New York. Akibat serangan pisau itu, dia kini menggunakan ventilator dan kemungkinan kehilangan salah satu matanya.

“Tidak ada yang membenarkan fatwa, hukuman mati,” kata pihak majalah Charlie Hebdo.

"Pada saat kami menulis kalimat ini, kami tidak tahu motif penyerang," lanjut majalah tersebut, seperti dikutip AFP.

Redaktur pelaksana majalah tersebut, yang dikenal sebagai Riss dan seorang yang selamat dari serangan tahun 2015, mengatakan penyerang Rushdie mungkin adalah seorang Muslim yang taat. "(Saya) mengecam kepala spiritual kecil dan biasa-biasa saja yang secara intelektual nihil dan tidak tahu budaya," ujarnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!