Diplomasi Erdogan dengan Rusia Bikin Barat Ketar-ketir

Minggu, 07 Agustus 2022 - 10:08 WIB
"Kami berusaha membuat orang Turki memperhatikan kekhawatiran kami," ia menambahkan seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (7/8/2022).

Meskipun telah menjadi anggota NATO sejak 1952 dan pemohon Uni Eropa sejak 1987, Turki telah memutuskan hubungan dengan kedua blok pada beberapa kesempatan, yang terakhir karena konflik di Ukraina.

Erdogan telah menggambarkan diplomasinya dengan Kiev dan Moskow sebagai "seimbang," dan telah menolak untuk memberikan sanksi kepada Rusia atas operasi militernya. Turki adalah satu-satunya negara NATO yang tidak menjatuhkan hukuman seperti itu.

Erdogan juga mengambil kesempatan untuk menjadi tuan rumah pembicaraan damai antara negara-negara pada bulan Maret, yang pada akhirnya tidak membuahkan hasil. Namun, sejak itu, ia mendapat pujian karena mengawasi pembicaraan yang mengarah pada dimulainya kembali pengiriman biji-bijian melintasi Laut Hitam dari pelabuhan Ukraina.

Baca juga: Putin Sarankan Baykar Turki Bangun Pabrik Drone Serang di Rusia

Ketika artikel Financial Times online pada hari Sabtu, kapal pertama yang membawa jagung Ukraina tiba di Istanbul untuk diperiksa oleh pejabat Turki, Ukraina, Rusia dan PBB.

Para pejabat yang berbicara kepada Financial Times mengatakan bahwa belum ada diskusi di Brussel tentang kemungkinan sanksi terhadap Turki, tetapi masing-masing anggota mungkin dapat mengurangi kerja sama keuangan atau perdagangan mereka dengan negara tersebut.

Sementara Washington telah memperingatkan bahwa mereka akan menghukum negara-negara yang menghindari sanksinya terhadap Rusia dengan “sanksi sekunder”, tidak ada indikasi bahwa AS atau UE akan mengambil langkah ini terhadap Turki.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!