40 Tahanan Palestina di Penjara Israel Mulai Aksi Mogok Makan
Minggu, 24 Juli 2022 - 19:48 WIB
40 Tahanan Palestina di Penjara Israel Mulai Aksi Mogok Makan. FOTO/Anadolu Agency
TEL AVIV - Setidaknya 40 tahanan Palestina dari faksi Jihad Islam di penjara-penjara Israel telah memulai aksi mogok makan tanpa akhir. Asosiasi Al-Quds mengumumkan pada Jumat (22/7/2022).
Para tahanan memulai mogok makan mereka pada Kamis (21/7/2022), dalam solidaritas dengan aksi mogok makan yang dilakukan Khalil Awawdeh, yang telah melakukan mogok makan selama 20 hari.
Baca: Tahanan Warga Palestina Dibebaskan setelah 65 Hari Mogok Makan
Sebelumnya pada Rabu, pengadilan militer di Penjara Ofer Israel memperbarui penahanan administratif Awawdeh selama empat bulan. Putusan ini mendorong sesama tahanan untuk memulai mogok makan mereka pada hari berikutnya.
Awawdeh yang berasal dari kota Hebron, Tepi Barat, ditahan pada 27 Desember 2021. Ia ditempatkan di bawah penahanan administratif. Ia melakukan mogok makan dan menangguhkannya setelah 111 hari, usai dijanjikan akan dibebaskan oleh otoritas pendudukan Israel.
Awawdeh, yang sudah menikah dan ayah dari empat anak kecil, sedang dipenjara di sebuah rumah sakit Israel karena kesehatannya yang memburuk akibat dampak parah dari mogok makan.
Para tahanan memulai mogok makan mereka pada Kamis (21/7/2022), dalam solidaritas dengan aksi mogok makan yang dilakukan Khalil Awawdeh, yang telah melakukan mogok makan selama 20 hari.
Baca: Tahanan Warga Palestina Dibebaskan setelah 65 Hari Mogok Makan
Sebelumnya pada Rabu, pengadilan militer di Penjara Ofer Israel memperbarui penahanan administratif Awawdeh selama empat bulan. Putusan ini mendorong sesama tahanan untuk memulai mogok makan mereka pada hari berikutnya.
Awawdeh yang berasal dari kota Hebron, Tepi Barat, ditahan pada 27 Desember 2021. Ia ditempatkan di bawah penahanan administratif. Ia melakukan mogok makan dan menangguhkannya setelah 111 hari, usai dijanjikan akan dibebaskan oleh otoritas pendudukan Israel.
Awawdeh, yang sudah menikah dan ayah dari empat anak kecil, sedang dipenjara di sebuah rumah sakit Israel karena kesehatannya yang memburuk akibat dampak parah dari mogok makan.
Lihat Juga :