Hongaria Umumkan Darurat Energi
Kamis, 14 Juli 2022 - 01:24 WIB
Hongaria umumkan darurat energi. Foto/Ilustrasi
BUDAPEST - Hongaria mengumumkan keadaan darurat terkait pengetatan pasokan energi pada Rabu waktu setempat. Ajudan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, Gergely Gulyas, mengumumkan bahwa produksi gas dan batu bara domestik akan ditingkatkan dan cadangan gas diisi sebelum musim dingin.
Dengan Uni Eropa memutuskan sendiri dari impor energi Rusia, Gulyas mengatakan kepada wartawan bahwa blok tersebut kemungkinan tidak akan memiliki cukup gas mulai Musim Gugur dan seterusnya. Menanggapi krisis pasokan, ia mengumumkan rencana tujuh poin, efektif mulai Agustus.
Hongaria akan meningkatkan produksi gas domestik dari 1,5 menjadi 2 miliar meter kubik, sambil mengisi fasilitas penyimpanan negara dengan gas asing. Saat ini, Gulyas mengatakan cadangan negara sudah 44% penuh.
Sementara itu, pemerintah Hongaria akan memberlakukan larangan ekspor kayu bakar, sekaligus meningkatkan ekstraksi batu bara dalam negeri. Pada saat yang sama, pembangkit listrik tenaga batu bara Matra akan dihidupkan kembali sesegera mungkin, setelah sebagian ditutup sejak Januari 2021.
Baca juga: Gara-gara Ukraina, Dua Negara UE Ini Terancam Putus Hubungan
Dengan Uni Eropa memutuskan sendiri dari impor energi Rusia, Gulyas mengatakan kepada wartawan bahwa blok tersebut kemungkinan tidak akan memiliki cukup gas mulai Musim Gugur dan seterusnya. Menanggapi krisis pasokan, ia mengumumkan rencana tujuh poin, efektif mulai Agustus.
Hongaria akan meningkatkan produksi gas domestik dari 1,5 menjadi 2 miliar meter kubik, sambil mengisi fasilitas penyimpanan negara dengan gas asing. Saat ini, Gulyas mengatakan cadangan negara sudah 44% penuh.
Sementara itu, pemerintah Hongaria akan memberlakukan larangan ekspor kayu bakar, sekaligus meningkatkan ekstraksi batu bara dalam negeri. Pada saat yang sama, pembangkit listrik tenaga batu bara Matra akan dihidupkan kembali sesegera mungkin, setelah sebagian ditutup sejak Januari 2021.
Baca juga: Gara-gara Ukraina, Dua Negara UE Ini Terancam Putus Hubungan
Lihat Juga :