Tony Blair Institute: China Dianggap Kekuatan untuk Keburukan di Dunia
Kamis, 25 Juni 2020 - 15:15 WIB
"Kita sekarang menghadapi, bukan kebangkitan China tapi China yang sudah bangkit dan kebangkitan itu tak dapat dihindari dan benar," papar Blair dalam riset tersebut.
"Dengan hubungan ekonomi yang kuat antara China dan Barat, analogi Perang Dingin menyesatkan dan bahaya," tutur Blair yang menjabat PM Inggris sejak 1997 hingga 2007 itu.
China pada 1979 memiliki ekonomi yang lebih kecil daripada Italia, tapi setelah membuka investasi asing dan menerapkan reformasi pasar, China menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia.
Saat ini China menjadi pemimpin global dalam teknologi Abad 21 seperti kecerdasan buatan, pengobatan regeneratif dan polimer konduktif.
Blair menjelaskan, kepemimpinan Chian telah berpindah lebih sebagai postur agresif secara global sambil membangun kekuatan Partai Komunis di dalam negeri.
"Dengan hubungan ekonomi yang kuat antara China dan Barat, analogi Perang Dingin menyesatkan dan bahaya," tutur Blair yang menjabat PM Inggris sejak 1997 hingga 2007 itu.
China pada 1979 memiliki ekonomi yang lebih kecil daripada Italia, tapi setelah membuka investasi asing dan menerapkan reformasi pasar, China menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia.
Saat ini China menjadi pemimpin global dalam teknologi Abad 21 seperti kecerdasan buatan, pengobatan regeneratif dan polimer konduktif.
Blair menjelaskan, kepemimpinan Chian telah berpindah lebih sebagai postur agresif secara global sambil membangun kekuatan Partai Komunis di dalam negeri.
Lihat Juga :