Kapal Pesiar Mewah Rp4,4 Triliun Milik Oligarki Rusia Disita AS
Senin, 20 Juni 2022 - 14:18 WIB
Kapal pesiar sepanjang 106 meter (350 kaki) meninggalkan pelabuhan Lautoka di Fiji minggu lalu setelah Mahkamah Agung negara kepulauan Pasifik itu memutuskan Amadea harus meninggalkan negara itu karena mahal bagi pemerintah untuk memeliharanya.
Data dari Refinitiv, yang dikutip Reuters, Senin (20/6/2022), menunjukkan kapal ditambatkan di Honolulu pada Kamis sore pekan lalu.
Amadea tiba di Fiji, di mana ia disita, pada 13 April setelah perjalanan 18 hari dari Meksiko.
Biro Investigasi Federal (FBI) AS mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa kapal pesiar mewah itu mematikan sistem informasi otomatisnya pada 24 Februari, segera setelah Rusia menginvasi Ukraina, sebagai bagian dari upaya untuk menghindari penyitaan.
Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus". Namun, Ukraina dan sekutu Barat-nya menganggapnya sebagai invasi tak beralasan.
Pihak pengacara pemilik Amadea, Millemarin Investment Ltd yang terdaftar di Kepulauan Cayman, mengatakan kepada pengadilan Fiji bahwa Amadea tidak dimiliki oleh Kerimov tetapi oleh oligarki Rusia lainnya yang belum diberi sanksi, yakni mantan kepala Rosneft; Eduard Khudainatov.
Data dari Refinitiv, yang dikutip Reuters, Senin (20/6/2022), menunjukkan kapal ditambatkan di Honolulu pada Kamis sore pekan lalu.
Amadea tiba di Fiji, di mana ia disita, pada 13 April setelah perjalanan 18 hari dari Meksiko.
Biro Investigasi Federal (FBI) AS mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa kapal pesiar mewah itu mematikan sistem informasi otomatisnya pada 24 Februari, segera setelah Rusia menginvasi Ukraina, sebagai bagian dari upaya untuk menghindari penyitaan.
Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus". Namun, Ukraina dan sekutu Barat-nya menganggapnya sebagai invasi tak beralasan.
Pihak pengacara pemilik Amadea, Millemarin Investment Ltd yang terdaftar di Kepulauan Cayman, mengatakan kepada pengadilan Fiji bahwa Amadea tidak dimiliki oleh Kerimov tetapi oleh oligarki Rusia lainnya yang belum diberi sanksi, yakni mantan kepala Rosneft; Eduard Khudainatov.
Lihat Juga :