Eks PM Rusia Kaget Putin Nekat Invasi Ukraina, Prediksi Perang Berlangsung 2 Tahun

Senin, 13 Juni 2022 - 14:53 WIB
Kasyanov mengatakan Putin, mantan agen KGB yang akan berusia 70 tahun pada bulan Oktober mendatang, telah berhasil selama 20 tahun terakhir untuk membangun sistem berdasarkan kekebalan hukum dan ketakutan.

“Ini adalah pencapaian dari sebuah sistem yang, dengan dorongan dari Putin sebagai kepala negara, telah mulai beroperasi bahkan dengan cara yang lebih sinis, kejam daripada di tahap akhir Uni Soviet,” katanya, yang dilansir Senin (13/6/2022).

“Pada dasarnya, ini adalah sistem KGB yang didasarkan pada pelanggaran hukum sepenuhnya. Jelas bahwa mereka tidak mengharapkan hukuman apa pun.”

Kasyanov mengatakan dia telah meninggalkan Rusia karena perang dan tinggal di Eropa. Namun, dia menolak untuk mengungkapkan lokasinya karena mengkhawatirkan keselamatannya.

Sekutu dekatnya dan sesama politisi oposisi; Boris Nemtsov, telah ditembak mati di dekat Kremlin pada tahun 2015.

Kritikus Putin paling terkenal; Alexei Navalny (46), diracun dengan agen saraf pada tahun 2020 dan sekarang di penjara.

Kasyanov memperkirakan perang di Ukraina bisa berlangsung hingga dua tahun dan mengatakan sangat penting bahwa Ukraina menang.

"Jika Ukraina jatuh, negara-negara Baltik akan menjadi yang berikutnya," katanya.

Hasil perang, kata dia, juga akan menentukan masa depan Rusia.

Kasyanov mengatakan dia "secara kategoris" tidak setuju dengan saran Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa Putin tidak boleh dipermalukan.

Dia juga menolak seruan agar Ukraina menyerahkan wilayah untuk mengakhiri perang.

“Apa yang telah dilakukan Putin sehingga pantas mendapatkan ini?” tanya dia. “Ini adalah posisi yang terlalu pragmatis."

"Saya percaya ini salah dan berharap Barat tidak akan menempuh jalan itu," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!