Perang Hari Ke-109, Zelensky Klaim 40.000 Tentara Rusia Tewas
Senin, 13 Juni 2022 - 11:30 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeklaim 40.000 tentara Rusia tewas sejak perang dimulai hingga Juni ini. Foto/Ukrinform.net
KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan jumlah tentara Rusia yang tewas dalam perang sudah melewati 40.000 personel. Klaim ini disampaikan Senin (13/6/2022) saat perang sudah memasuki hari ke-109.
Menurut Zelensky, angka kematian di pihak Moskow itu merupakan data hingga Juni ini.
“Jenderal Rusia melihat orang-orang mereka hanya sebagai umpan meriam yang mereka butuhkan untuk mendapatkan keuntungan dalam jumlah–dalam tenaga manusia, dalam peralatan militer," katanya.
"Dan ini hanya berarti satu hal: Rusia dapat melewati batas 40.000 tentaranya yang hilang pada bulan Juni. Tidak ada perang lain dalam beberapa dekade, mereka kehilangan begitu banyak,” lanjut Zelensky dalam pidato hariannya, seperti dikutip Ukrinform.
Baca juga: Rusia Ancam Lenyapkan Polandia karena Usul Kerahkan Nuklir Barat ke Ukraina
"Tentara Rusia sedang mencoba untuk mengerahkan pasukan cadangan di Donbas. Tapi cadangan apa yang bisa mereka miliki sekarang? Tampaknya mereka akan mencoba untuk berperang dengan wajib militer yang kurang terlatih dan mereka yang dikumpulkan dengan mobilisasi rahasia," imbuh dia.
Menurut Zelensky, angka kematian di pihak Moskow itu merupakan data hingga Juni ini.
“Jenderal Rusia melihat orang-orang mereka hanya sebagai umpan meriam yang mereka butuhkan untuk mendapatkan keuntungan dalam jumlah–dalam tenaga manusia, dalam peralatan militer," katanya.
"Dan ini hanya berarti satu hal: Rusia dapat melewati batas 40.000 tentaranya yang hilang pada bulan Juni. Tidak ada perang lain dalam beberapa dekade, mereka kehilangan begitu banyak,” lanjut Zelensky dalam pidato hariannya, seperti dikutip Ukrinform.
Baca juga: Rusia Ancam Lenyapkan Polandia karena Usul Kerahkan Nuklir Barat ke Ukraina
"Tentara Rusia sedang mencoba untuk mengerahkan pasukan cadangan di Donbas. Tapi cadangan apa yang bisa mereka miliki sekarang? Tampaknya mereka akan mencoba untuk berperang dengan wajib militer yang kurang terlatih dan mereka yang dikumpulkan dengan mobilisasi rahasia," imbuh dia.
Lihat Juga :