Dianggap Menghina Al Quran, Model Afghanistan Diciduk Taliban

Kamis, 09 Juni 2022 - 06:02 WIB
Amnesty International (AI) pada Rabu merilis sebuah pernyataan, mendesak Taliban untuk "segera dan tanpa syarat" membebaskan Haqiqi dan rekan-rekannya.

AI telah mendokumentasikan beberapa penahanan sewenang-wenang oleh Taliban di Afghanistan, sering disertai dengan pernyataan paksa dalam upaya untuk meredam perbedaan pendapat di negara itu dan menghalangi orang lain untuk mengekspresikan pandangan mereka.

Juru kampanye AI di Asia Selatan, Samira Hamidi, mengecam penangkapan tersebut dan mengatakan bahwa dengan menahan Haqiqi dan rekan-rekannya dan memaksa mereka untuk meminta maaf, Taliban telah melakukan serangan terang-terangan terhadap hak atas kebebasan berekspresi.

Pernyataannya juga mengutuk penyensoran lanjutan Taliban terhadap mereka yang ingin bebas mengekspresikan ide-ide mereka.

AI mengatakan bahwa sejak mengambilalih, Taliban telah menggunakan intimidasi, pelecehan, dan kekerasan pada siapa saja yang telah menyatakan dukungan untuk hak asasi manusia atau nilai-nilai modern, terutama antara lain pembela hak asasi manusia, aktivis perempuan, jurnalis, dan anggota akademisi.

Baca juga: Kunjungi Kabul, Pejabat India Gelar Pembicaraan Pertama dengan Taliban

Kelompok hak asasi juga mendesak Taliban sebagai otoritas de facto di Afghanistan untuk mematuhi hukum hak asasi manusia internasional dan menghormati hak setiap orang untuk kebebasan berekspresi tanpa diskriminasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!