Rusia Kritik Keputusan Prancis Akhiri Operasi Penumpasan Pemberontak di Mali
Minggu, 22 Mei 2022 - 21:15 WIB
Lavrov menyebut ketidakpuasan otoritas Prancis mengenai sikap Mali untuk mencari bantuan keamanan dari struktur eksternal sebagai "kekambuhan pemikiran kolonial". Ia menambahkan bahwa "sudah waktunya bagi orang Eropa untuk menyingkirkannya (pemikiran kolonial)."
"Penyelesaian krisis politik internal di Afrika harus dilakukan terutama oleh orang Afrika sendiri dan untuk kepentingan orang Afrika. Dan, tugas komunitas dunia adalah memberi mereka semua dukungan yang diperlukan dalam hal ini," kata Lavrov, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Baca: Moskow Terbitkan Daftar 963 Warga AS yang Dilarang Masuk ke Rusia
Sementara Diop mengatakan, dia membahas situasi di Ukraina dengan Lavrov dan pemerintah Mali berdiri untuk solusi politik untuk krisis tersebut.
“Kami, di Mali, tidak ingin penyelesaian konflik di Ukraina bergantung pada masalah pencabutan sanksi, karena sanksi sepihak adalah ilegal, dan ini tidak mengarah pada penyelesaian situasi. Untuk mendapatkan solusi, perlu untuk menyelesaikan masalah melalui dialog politik," katanya.
"Penyelesaian krisis politik internal di Afrika harus dilakukan terutama oleh orang Afrika sendiri dan untuk kepentingan orang Afrika. Dan, tugas komunitas dunia adalah memberi mereka semua dukungan yang diperlukan dalam hal ini," kata Lavrov, seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Baca: Moskow Terbitkan Daftar 963 Warga AS yang Dilarang Masuk ke Rusia
Sementara Diop mengatakan, dia membahas situasi di Ukraina dengan Lavrov dan pemerintah Mali berdiri untuk solusi politik untuk krisis tersebut.
“Kami, di Mali, tidak ingin penyelesaian konflik di Ukraina bergantung pada masalah pencabutan sanksi, karena sanksi sepihak adalah ilegal, dan ini tidak mengarah pada penyelesaian situasi. Untuk mendapatkan solusi, perlu untuk menyelesaikan masalah melalui dialog politik," katanya.
Lihat Juga :