Demi Ukraina, AS Pertimbangkan Sejumlah Tawaran ke Belarusia
Sabtu, 21 Mei 2022 - 02:01 WIB
“‘Sanksi dari neraka’ itu tidak bernilai sepeser pun dalam hal-hal penting. Pasokan energi untuk memanaskan rumah. Makanan untuk memberi makan orang-orang. Jutaan warga yang sangat menginginkan satu hal dari para politisi mereka: Kesempatan untuk hidup normal, tenang, dan sejahtera,” ujar dia.
“Sanksi menghalangi itu. Seperti halnya ekspansi NATO. Dan kesibukan itu dengan pembayaran utang dan hal-hal lain,” ujar dia, mengacu pada beberapa poin pertikaian antara Rusia dan Barat.
Rusia menyerang negara tetangganya pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014.
Moskow kemudian mengakui kemerdekaan republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.
“Sanksi menghalangi itu. Seperti halnya ekspansi NATO. Dan kesibukan itu dengan pembayaran utang dan hal-hal lain,” ujar dia, mengacu pada beberapa poin pertikaian antara Rusia dan Barat.
Rusia menyerang negara tetangganya pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina mengimplementasikan persyaratan perjanjian Minsk, yang pertama kali ditandatangani pada 2014.
Moskow kemudian mengakui kemerdekaan republik Donbass di Donetsk dan Lugansk.
Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.
(sya)
Lihat Juga :