Jenderal AS: Rudal Hipersonik Rusia Berkinerja Buruk dalam Perang Ukraina

Jum'at, 20 Mei 2022 - 15:37 WIB
Baca juga: Jenderal Tertinggi AS Remehkan Rudal Hipersonik Rusia dalam Perang Ukraina

Ketika pertempuran di Ukraina telah berkembang, Letnan Jenderal Angkatan Darat Daniel Karbler mengatakan Kiev membutuhkan sistem rudal ofensif dan defensif untuk pertahanan berlapis dan untuk menghalangi manuver Moskow di lapangan. Di antara sistem yang dia sebutkan adalah Patriot, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan mortir khusus.

Sebelumnya, jenderal tertinggi AS; Mark Milley, juga meremehkan rudal-rudal hipersonik yang sudah digunakan Rusia dalam perangnya di Ukraina. Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika tersebut mengatakan penggunaan senjata itu tidak memiliki efek yang benar-benar signifikan atau mengubah permainan.

"Selain kecepatan senjata, dalam hal efeknya pada target tertentu, kami tidak melihat efek yang benar-benar signifikan atau mengubah permainan hingga saat ini dengan pengiriman sejumlah kecil senjata hipersonik yang digunakan Rusia," ujarnya.

Pejabat pertahanan AS mengatakan awal pekan ini bahwa Rusia meluncurkan antara 10 hingga 12 rudal hipersonik terhadap Ukraina sejak meluncurkan invasi ke negara itu pada 24 Februari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!