Sebut Rusia Berperang Melawan NATO, Ramzan Kadyrov: Kita Akan Bebaskan Ukraina dari Setan
Kamis, 19 Mei 2022 - 02:33 WIB
Kadyrov juga mengumumkan bahwa 200 sukarelawan lainnya telah meninggalkan Chechnya untuk ambil bagian dalam perang di Ukraina. Dia mengatakan tidak perlu mobilisasi massa di Rusia karena "patriotisme" akan memastikan bahwa cukup banyak orang akan mendaftar untuk berperang.
Kadyrov, yang sering dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia, telah sesumbar tentang perannya dalam perang Ukraina, yang telah diremehkan oleh Kremlin. Dia mengklaim telah berjuang di garis depan dan mendesak Rusia untuk menghentikan pembicaraan damai dengan Kiev.
Baca juga: Intel Rusia: AS Terus Rekrut Teroris ISIS untuk Berperang di Ukraina
Pada bulan April, unitnya memposting video tentaranya yang mengenakan pakaian hitam khas mereka, berada di depan sebuah gedung yang terbakar yang menyatakan bahwa Mariupol telah direbut.
Pejabat Ukraina menuduh pejuang Kadyrov dan Chechnya merencanakan untuk membunuh presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Kadyrov, yang sering dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia, telah sesumbar tentang perannya dalam perang Ukraina, yang telah diremehkan oleh Kremlin. Dia mengklaim telah berjuang di garis depan dan mendesak Rusia untuk menghentikan pembicaraan damai dengan Kiev.
Baca juga: Intel Rusia: AS Terus Rekrut Teroris ISIS untuk Berperang di Ukraina
Pada bulan April, unitnya memposting video tentaranya yang mengenakan pakaian hitam khas mereka, berada di depan sebuah gedung yang terbakar yang menyatakan bahwa Mariupol telah direbut.
Pejabat Ukraina menuduh pejuang Kadyrov dan Chechnya merencanakan untuk membunuh presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
(ian)
Lihat Juga :