PBB: Jumlah Korban Tewas di Ukraina Lebih Tinggi dari yang Dilaporkan

Rabu, 11 Mei 2022 - 01:15 WIB
"Lubang hitam besar benar-benar Mariupol, di mana sulit bagi kami untuk sepenuhnya mengakses dan mendapatkan informasi yang sepenuhnya dikuatkan," tambah Bogner. Ia merujuk pada kota pelabuhan di tenggara Ukraina yang telah menyaksikan pertempuran paling sengit.

Moskow membantah menargetkan warga sipil dan menyebut invasinya, yang diluncurkan pada 24 Februari, sebagai "operasi militer khusus" untuk melucuti senjata Ukraina dan membersihkannya dari apa yang disebutnya nasionalis anti-Rusia yang dikobarkan oleh Barat. Ukraina dan Barat mengatakan ini adalah dalih palsu untuk melancarkan perang agresi yang tidak beralasan.

Baca: Kanada Siap Gelontorkan Bantuan Militer Tambahan untuk Ukraina

Bogner mengatakan, timnya juga sedang menyelidiki apa yang dia sebut sebagai "tuduhan kredibel" atas penyiksaan, perlakuan buruk dan eksekusi oleh pasukan Ukraina terhadap pasukan invasi Rusia dan kelompok bersenjata yang berafiliasi.

"Dalam hal tingkat pelanggaran oleh pasukan Ukraina, sementara skalanya secara signifikan lebih tinggi di sisi tuduhan terhadap pasukan Rusia, kami juga mendokumentasikan pelanggaran oleh pasukan Ukraina," katanya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!