Odesa Ukraina Dihujani Rudal setelah Rusia Peringati Hari Kemenangan PD II

Selasa, 10 Mei 2022 - 19:13 WIB
Lebih dari 5,5 juta orang Ukraina telah meninggalkan negara mereka sejak invasi Rusia pada 24 Februari. PBB menyebutnya sebagai krisis pengungsi dengan pertumbuhan tercepat di Eropa sejak Perang Dunia II.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan dia khawatir bahwa Putin tidak memiliki jalan keluar sekarang."Saya mencoba untuk mencari tahu apa yang kita lakukan tentang itu," ujarnya.

Sumber mengatakan anggota Parlemen AS dari Partai Demokrat telah menyetujui proposal bantuan USD40 miliar untuk Ukraina, termasuk paket senjata baru yang besar.

Gedung Putih sebelumnya menggambarkan pernyataan Putin selama pidato Hari Kemenangan-nya sebagai "sejarah revisionis yang berbentuk disinformasi".

Kemenangan Soviet dalam Perang Dunia II telah memperoleh status yang hampir religius di Rusia di bawah Putin, yang telah membangkitkan ingatan akan “Perang Patriotik Hebat” melalui apa yang ia sebut sebagai “operasi militer khusus” di Ukraina.

Negara-negara Barat menganggap bahwa analogi yang salah untuk membenarkan agresi Rusia terhadap Ukraina yang tidak beralasan.

“Tidak akan ada hari kemenangan, yang ada hanya aib dan pasti kekalahan di Ukraina,” kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace.

Di Polandia, duta besar Rusia dikelilingi oleh pengunjuk rasa pada upacara peringatan Hari Kemenangan dan disiram cat merah. Duta Besar Sergei Andreyev, wajahnya basah kuyup dan kemejanya bernoda, mengatakan:"Saya bangga dengan negara saya dan presiden saya."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!