Tenggak Miras Racikan, 8 Warga Iran di Bandar Abas Tewas

Rabu, 04 Mei 2022 - 14:09 WIB
Keracunan metanol meningkat tajam di Iran pada awal pandemi COVID-19 setelah desas-desus menyebar bahwa konsumsi alkohol dapat mencegah infeksi.

Baca: Khamenei: Masa Depan Iran Tak Boleh Dikaitkan dengan Pembicaraan Nuklir

Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan pada April 2020 bahwa sekitar 500 orang telah meninggal dan 5.000 lainnya dirawat karena keracunan alkohol hanya dalam tiga bulan.

Kasus keracunan terbanyak dilaporkan di provinsi Alborz di utara Teheran dan Hormozgan di pantai selatan. Hanya anggota minoritas agama yang diakui negara yang memiliki hak untuk memproduksi atau membeli minuman beralkohol di Iran.

Mereka yang melanggar undang-undang alkohol Iran dapat didenda, dicambuk atau dipenjara, tetapi minuman keras bajakan tersedia secara luas melalui pengedar ilegal.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!