Pasukan Ukraina di Mariupol Tolak Menyerah, tapi Minta Jaminan Keamanan

Kamis, 21 April 2022 - 15:05 WIB
Seorang komandan Ukraina di pabrik itu mengeluarkan permohonan bantuan yang putus asa kemarin, menuduh Rusia gagal memenuhi janji untuk mengizinkan warga sipil keluar kota dengan aman.

"Saya ingin menyerukan kepada semua [pemimpin] dunia beradab untuk bergabung dengan jaminan keamanan," kata wakil komandan Resimen Azov sayap kanan, Kapten Sviatoslav Palamar, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Kamis (21/4/2022).

"Warga sipil di dalam pabrik itu takut karena penembakan terus-menerus," ujarnya.

“Kami memohon agar kami dapat mengumpulkan mayat-mayat, sehingga warga sipil dapat dengan tenang keluar dari Azovstal.”

Tetapi koridor kemanusiaan diduga telah dibuka kembali, di mana pihak berwenang Ukraina melaporkan hari ini bahwa empat bus telah meninggalkan Mariupol.

"Empat bus evakuasi berhasil meninggalkan kota kemarin melalui koridor kemanusiaan," kata Wakil Perdana Menteri Iryna Vereshchuk dalam sebuah pernyataan di media sosial.

Dia menambahkan bahwa evakuasi wanita, anak-anak dan orang tua akan dilanjutkan hari ini.

Mariupol telah menjadi simbol perlawanan sengit Ukraina yang tak terduga sejak pasukan Rusia menginvasi negara pecahan Soviet itu pada 24 Februari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!