Warga Israel Dihukum Mati di Uni Emirat Arab, Begini Respons Zionis
Kamis, 07 April 2022 - 15:08 WIB
Pengacara terdakwa, Tami Ullmann, pada hari Rabu membenarkan bahwa kliennya telah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan.
"Negara Israel tidak bisa hidup dengan salah satu warganya mendapatkan hukuman mati—terlebih lagi untuk pelanggaran yang skalanya, di Negara Israel, akan memerlukan beberapa tahun (penjara)," kata Eyal Siso , seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Israel yang bertanggung jawab atas kesejahteraan warga di luar negeri, kepada radio Kan.
Israel dan Uni Emirat Arab telah menormalkan hubungan dalam kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat (AS) pada 2020.
Sementara sejumlah kejahatan dapat dikenakan hukuman mati di UEA, hukuman seperti itu jarang diterapkan. Dua eksekusi terakhir yang dilaporkan secara publik terjadi pada tahun 2015 untuk kasus terorisme dan pembunuhan, dan pada tahun 2017 untuk pemerkosaan dan pembunuhan seorang anak.
Kementerian Luar Negeri UEA tidak menanggapi permintaan komentar atas kasus warga Israel tersebut.
"Negara Israel tidak bisa hidup dengan salah satu warganya mendapatkan hukuman mati—terlebih lagi untuk pelanggaran yang skalanya, di Negara Israel, akan memerlukan beberapa tahun (penjara)," kata Eyal Siso , seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Israel yang bertanggung jawab atas kesejahteraan warga di luar negeri, kepada radio Kan.
Israel dan Uni Emirat Arab telah menormalkan hubungan dalam kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat (AS) pada 2020.
Sementara sejumlah kejahatan dapat dikenakan hukuman mati di UEA, hukuman seperti itu jarang diterapkan. Dua eksekusi terakhir yang dilaporkan secara publik terjadi pada tahun 2015 untuk kasus terorisme dan pembunuhan, dan pada tahun 2017 untuk pemerkosaan dan pembunuhan seorang anak.
Kementerian Luar Negeri UEA tidak menanggapi permintaan komentar atas kasus warga Israel tersebut.
Lihat Juga :