Azerbaijan Mengaku Siap Gelar Pembicaraan Damai dengan Armenia
Rabu, 30 Maret 2022 - 15:27 WIB
Pada tahun 2020, Armenia dan Azerbaijan berperang memperebutkan daerah kantong Nagorno-Karabakh yang telah lama diperebutkan yang merenggut lebih dari 6.500 nyawa.
Kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Presiden Rusia Vladimir Putin membuat Armenia menyerahkan sebagian besar wilayah ke Azerbaijan, dan Moskow mengerahkan kontingen penjaga perdamaian ke wilayah pegunungan.
Baca: 7 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Bentrok Perbatasan dengan Armenia
Pekan lalu, Yerevan dan Moskow menuduh Baku melanggar gencatan senjata di zona tanggung jawab kontingen Rusia. Mereka menuduh pasukan Azeri merebut desa Farukh di wilayah Askeran di Karabakh, di mana tiga tentara Armenia tewas dalam baku tembak pekan lalu.
Baku menolak tuduhan itu, bersikeras bahwa daerah itu adalah bagian dari wilayahnya yang diakui secara internasional. Pada hari Senin, Dewan Keamanan Armenia menuduh Azerbaijan “mempersiapkan lahan untuk provokasi baru dan serangan terhadap Nagorno-Karabakh.”
Kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Presiden Rusia Vladimir Putin membuat Armenia menyerahkan sebagian besar wilayah ke Azerbaijan, dan Moskow mengerahkan kontingen penjaga perdamaian ke wilayah pegunungan.
Baca: 7 Tentara Azerbaijan Tewas dalam Bentrok Perbatasan dengan Armenia
Pekan lalu, Yerevan dan Moskow menuduh Baku melanggar gencatan senjata di zona tanggung jawab kontingen Rusia. Mereka menuduh pasukan Azeri merebut desa Farukh di wilayah Askeran di Karabakh, di mana tiga tentara Armenia tewas dalam baku tembak pekan lalu.
Baku menolak tuduhan itu, bersikeras bahwa daerah itu adalah bagian dari wilayahnya yang diakui secara internasional. Pada hari Senin, Dewan Keamanan Armenia menuduh Azerbaijan “mempersiapkan lahan untuk provokasi baru dan serangan terhadap Nagorno-Karabakh.”
Lihat Juga :