Rusia Tolak Campur Tangan Barat dalam Perundingan Damai dengan Ukraina
Selasa, 29 Maret 2022 - 12:53 WIB
“Diplomasi kemudian mencapai ketinggian baru pada Februari 2015, ketika perjanjian yang ditandatangani di Minsk mengakhiri perang di Ukraina timur dan membuka jalan untuk memulihkan integritas teritorial Ukraina dengan memberikan status khusus kepada Donbass,” ujar Lavrov.
Perjanjian kedua, Minsk II, memperkenalkan gencatan senjata lain dan membuka jalan bagi reformasi administrasi dan politik di Ukraina serta otonomi dan pemilu lokal di republik Donbass.
Namun, pendukung Barat di Kiev kemudian tidak dapat membujuk pemerintah Ukraina untuk memenuhi janjinya.
“Uni Eropa telah membuktikan ketidakmampuannya sebagai organisasi yang mampu memenuhi kesepakatan yang dicapai,” ujar Lavrov.
Rusia mengirim pasukannya ke Ukraina lebih dari sebulan yang lalu, menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Kiev menerapkan persyaratan yang disepakati di Minsk, dan akhirnya pengakuan Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Luhansk.
Moskow sekarang menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev bersikeras serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan telah membantah klaim pihaknya telah merencanakan merebut kembali kedua republik dengan paksa.
Perjanjian kedua, Minsk II, memperkenalkan gencatan senjata lain dan membuka jalan bagi reformasi administrasi dan politik di Ukraina serta otonomi dan pemilu lokal di republik Donbass.
Namun, pendukung Barat di Kiev kemudian tidak dapat membujuk pemerintah Ukraina untuk memenuhi janjinya.
“Uni Eropa telah membuktikan ketidakmampuannya sebagai organisasi yang mampu memenuhi kesepakatan yang dicapai,” ujar Lavrov.
Rusia mengirim pasukannya ke Ukraina lebih dari sebulan yang lalu, menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Kiev menerapkan persyaratan yang disepakati di Minsk, dan akhirnya pengakuan Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Luhansk.
Moskow sekarang menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.
Kiev bersikeras serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan telah membantah klaim pihaknya telah merencanakan merebut kembali kedua republik dengan paksa.
(sya)
Lihat Juga :