Gunung Berapi Filipina Meletus Hebat, Ribuan Orang Mengungsi
Sabtu, 26 Maret 2022 - 13:44 WIB
Letusan awal diikuti oleh aktivitas freatomagmatik yang hampir terus-menerus yang mengirimkan gumpalan awan panas yang membentang 1.500 meter (4.900 kaki) ke udara.
Baca juga: Rusia Nyatakan Fase Pertama Perang Ukraina Selesai
Letusan freatomagmatik terjadi ketika batuan cair bersentuhan dengan air bawah tanah atau permukaan. Demikian disampaikan Princess Cosalan, seorang ilmuwan di badan tersebut, menyamakannya dengan menuangkan "air ke panci panas".
Cosalan mengatakan kepada AFP bahwa emisi abu dan awan panas telah mereda dalam beberapa jam setelah letusan awal, tetapi mengatakan sensor di tempat institut itu terus mendeteksi gempa vulkanik dan potensi letusan lain.
"Ada intrusi magmatik di Main Crater yang selanjutnya dapat mendorong letusan berikutnya," imbuh badan seismologi tersebut.
Juru bicara pertahanan sipil regional, Kelvin John Reyes, mengatakan kepada AFP bahwa penduduk dari lima desa diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka.
Baca juga: Rusia Nyatakan Fase Pertama Perang Ukraina Selesai
Letusan freatomagmatik terjadi ketika batuan cair bersentuhan dengan air bawah tanah atau permukaan. Demikian disampaikan Princess Cosalan, seorang ilmuwan di badan tersebut, menyamakannya dengan menuangkan "air ke panci panas".
Cosalan mengatakan kepada AFP bahwa emisi abu dan awan panas telah mereda dalam beberapa jam setelah letusan awal, tetapi mengatakan sensor di tempat institut itu terus mendeteksi gempa vulkanik dan potensi letusan lain.
"Ada intrusi magmatik di Main Crater yang selanjutnya dapat mendorong letusan berikutnya," imbuh badan seismologi tersebut.
Juru bicara pertahanan sipil regional, Kelvin John Reyes, mengatakan kepada AFP bahwa penduduk dari lima desa diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka.
Lihat Juga :