Presiden Ukraina Zelensky Ungkap Tujuan Negosiasi Bertemu Putin

Senin, 14 Maret 2022 - 17:47 WIB
Ukraina menandatangani Memorandum Budapest tentang Jaminan Keamanan pada 1994 bersama dengan Rusia, Amerika Serikat (AS), dan Inggris, di mana Ukraina bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) dan setuju menyerahkan persenjataan nuklirnya sendiri, sambil menerima jaminan keamanan dari pihak lain sebagai imbalannya.

Baca juga: Zelensky: Rusia Sudah Serang Dekat Perbatasan Polandia, Bakal Serang Negara NATO!

Ukraina mengklaim perjanjian itu dilanggar Rusia pada 2014 ketika Moskow "menduduki" Krimea dan republik Donetsk dan Lugansk. Tuduhan itu dibantah Moskow.

Pada Februari, Zelensky mengklaim Memorandum Budapest tidak lagi menjamin keamanan ke Ukraina, sehingga negara tersebut dapat membatalkan keputusannya untuk tidak memiliki senjata nuklir.

Pejabat Ukraina telah meminta NATO dan sekutu mereka mendeklarasikan zona larangan terbang di atas Ukraina setelah serangan Rusia sejak hari-hari pertama konflik, yang pecah pada akhir Februari.

Para pemimpin Barat menolak permintaan Ukraina itu karena kekhawatiran konflik dapat mengarah pada perang langsung antara Rusia dan blok militer pimpinan AS.

Jika zona larangan terbang diterapkan di Ukraina, pesawat NATO akan dipaksa terlibat dalam pertempuran dan menembak jatuh pesawat Rusia yang terbang di wilayah udara Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!